Modul Pelatihan Gaya Belajar dan Motivasi Belajar Siswa
PENDAHULUAN
Modul ini disusun sebagai panduan bagi tim pelatih dalam melaksanakan pelatihan Motivasi Belajar dan Gaya Belajar untuk meningkatkan motivasi belajar pada siswa SMP. Panduan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Latar Belakang Permasalahan
Pendidikan merupakan salah satu hal yang dibutuhkan oleh seseorang. Dengan pendidikan seseorang dapat belajar untuk mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. Pendidikan jugalah yang menentukan dan menuntun arah masa depan seseorang. Berdasarkan UU No.20 Tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar pesertadidik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Sedangkan menurut Wikipedia, pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian.. Disamping itu salah satu undur atau komponen pendidikan adalah peserta didik.
Menurut Wikipedia, peserta didik atau siswa/I adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan informal, pendidikan formal maupun pendidikan nonformal, pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu. Berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik sekolah PKBM Margajaya yaitu Ibu Hj. Tety, menurut Ibu Hj. Tety, siswa/I di sekolah PKBM pada tingkat SMP (Paket B) membutuhkan motivasi untuk belajar supaya siswa/I memiliki semangat dalam mengikuti pembelajaran di kelas dan memiliki semangat dalam menuntut ilmu.
Motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung (Uno, 2011). Pelatihan ini diadakan dalam upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa/i. diantara rangkain kegiatan yang telah di tentukan penulis untuk meningkatkan motivasi belajar, salah satu kegiatan yang akan dilakukan adalah mengenali gaya belajar.
Gaya belajar adalah cara yang dilakukan murid dalam menangkap suatu informasi dengan cara mengingat, berpikir dan memecahkan masalah, dimana berkaitan dengan pribadi seseorang yang dipengaruhi oleh pendidikan dan riwayat perkembangannya (Nasution dalam Darmawati, 2013).
Penulis berpendapat bahwa setiap siswa/I memiliki gaya belajarnya masing-masing, dan diharapkan dengan mengenali gaya belajar siswa/I dapat meningkatkan motivasi belajarnya.
Tujuan Pelatihan
Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberi pelatihan motivasi belajar dan gaya belajar agar siswa/I dapat mengenali motivasi belajar yang dimilikinya begitu juga dengan gaya belajarnya.
Sasaran Pelatihan
Sasaran dari pelatihan ini adalah siswa/I paket B di sekolah PKBM Margajaya.
Manfaat Pelatihan
Manfaat pelatihan ini adalah agar siswa/I dapat, mengenal motivasi belajarnya, mengenal gaya belajarnya sehingga dapat meningkatkan motivasi belajarnya, karena motivasi belajar berpengaruh pada prestasi belajar dan juga minat siswa/I dalam belajar.
Peserta Pelatihan
Peserta dari pelatihan ini adalah siswa SMP (Paket B) sebanyak 35 siswa/I
Waktu Pelatihan
Pelaksanaan pelatihan akan dilaksanakan di PKBM Margajaya, pelatihan dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 9 dan tanggal 16 September 2018.
Langkah-langkah Pelatihan
SESI 1
PEMBUKAAN DAN PERKENALAN
Tujuan
Peserta dan panitia saling mengenal
Peserta mendapatkan gambaran pelatihan
Peserta lebih kooperatif untuk mengikuti pelatihan
Mencairkan suasana dan menambah keakraban antar peserta dan pelatih
Strategi Pembelajaran
Percakapan
Waktu
5menit
Materi
Pembukaan
Perkenalan diri
Penjelasan pelatihan
Pengisian informed consent
Membuat dan menyepakati kontrak pelatihan bersama
Indikator Pencapaian
Peserta mendapatkan gambaran tentang pelatihan yang akan mereka ikuti
Peserta dan fasilitator terlibat aktif dalam proses pelatihan
Peserta pelatihan mengetahui tujuan dan materi pembelajaran
Perlengkapan
Lembar presensi
Jadwal kegiatan
Lembar persetujuan tanda tangan perwakilan peserta atas kontrak pelatihan
Mikrofon
Uraian Prosedur
Peserta memasuki arena pelatihan dan mengisi absensi yang telah disediakan sebagai tanda keikutsertaan dalam pelatihan
Pelatih dan observer memperkenalkan diri
Pelatih menjelaskan tujuan dan rangkaian kegiatan
Pelatih dan peserta bersama-sama membuat kesepakatan dan tata tertib selama pelatihan berlangsung.
SESI 2
PRETEST
(Motivasi Belajar dan Gaya Belajar)
Tujuan
Untuk mengetahui pemahaman siswa tentang Motivasi Belajar, Gangguan ketika Belajar, dan Gaya Belajar.
Strategi Pembelajaran
Mengisi soal Pre-Test
Waktu
10 Menit
Materi
Motivasi Belajar
Gaya Belajar
Indikator Pencapaian
Peserta mampu mengetahui motivasi belajar yang diketahuinya.
Peserta mampu mengetahui gangguan ketika belajar.
Peserta mampu mengetahui Gaya Belajarnya.
Perlengkapan
Lembar pre-test
Pulpen
Mikrofon
Uraian Prosedur.
Pelatih memberikan lembar pre-test untuk peserta.
Peserta mengisi lembar pre-test tersebut selama 10 menit.
Setelah selesai mengisi, peserta mengumpulkan lembar pre-test tersebut kepada trainer.
SESI 3
MOTIVASIKU
Tujuan
Memberikan siswa/I informasi mengenai motivasi belajar dan membantu siswa/I untuk mengenali motivasi belajarnya sehingga motivasi belajar siswa dapat meningkat.
Strategi Pembelajaran
Diskusi
Waktu
20 menit
Materi
Pengertian motivasi belajar
Jenis motivasi belajar
Ciri-ciri individu yang memiliki motivasi tinggi
Pentingnya memiliki motivasi belajar
Indikator Pencapaian
Peserta pelatihan dapat menjelaskan apa itu motivasi belajar
Peserta pelatihan dapat mengenali motivasi dirinya
Peserta dapat mengukur
Perlengkapan
Hangout materi/ LCD Projector
Mikrofon
Lembar kerja motivasi belajar
Pulpen
Uraian Prosedur
Pelatihan dan paniatia membagikan lembar kerja tentang jenis motivasi dan intensitas motivasi belajar diri pada pada peserta pelatihan.
Pelatih memandu peserta pelatihan untuk megisi biodata yang ada di lembar kerja.
Setelahnya pelatih menjelaskan tujuan tentang lembar kerja tersebut dan bagaimana cara mengisinya.
Pelatih memberitahukan kepada peserta pelatihan untuk mengisikan lembar kerja tersebut selama 5 menit.
Pelatih memandu peserta pelatihan untuk skoring lembar kerja
Pelatih memaparkan materi tentang pengertian motivasi belajar, jenis motivasi belajar, ciri-ciri individu dengan motivasi tinggi dan pentingnya motivasi belajar.
Materi Sesi 3 : Motivasiku
Sudarwan (2002:2) motivasi diartikan sebagai kekuatan, dorongan, kebutuhan, semangat, tekanan, atau mekanisme psikologis yang mendorong seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai prestasi tertentu sesuai dengan apa yang dikehendakinya. Hakim (Fauziah dkk, 2017) mengemukakan pengertian motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu.
Menurut Hamzah B. Uno (Fauziah dkk, 2017) hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung.
Motivasi mempunyai peranan yang strategis dalam aktivitas belajar seseorang. Makin tinggi motivasi belajar makin tinggi pula peningkatan hasil belajar. Motivasi belajar yang dimiliki oleh siswa itu timbul diakibatkan oleh dua faktor dari dalam diri sendiri yang disebut intrinsik, atau faktor dari luar diri sendiri yang disebut faktor ekstrinsik. Faktor dari dalam menurut Hamzah (2012: 9) meliputi:
Penyesuaian tugas dengan minat
Perencanaan yang penuh variasi
Umpan balik atas respon siswa
Kesempatan respon peserta didik yang aktif
Kesempatan peserta didik untuk menyesuaikan tugas pekerjaannya.
Sedangkan faktor ekstrinsik menurut Hamzah (2012: 9) meliputi :
Penyesuaian tugas dengan minat
Perencanaan yang penuh variasi
Respons siswa
Kesempatan peserta didik yang aktif
Kesempatan peserta didik untuk menyesuaikan tugas pekerjaannya
Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar
Sedangkan ciri individu dengan motivasi instrisik dan ekstrinsik (Suharno&Sadirman):
Motivasi Intrinsik
Senang menjalankan tugas belajar.
Menunjukan minat mendalami materi yang di pelajari lebih jauh.
Bersemangat dan bergairah untuk berprestasi
Merasakan pentingnya belajar
Ulet dan tekun dalam menghadapi masalah belajar
Mempunyai keinginan untuk meraih cita-cita dengan cara belajar.
Motivasi ekstrinsik
Ganjaran (award) atau Hadiah (reward)
Hukuman (punishment)
Persaingan dengan teman /lingkungan (Competition)
ANGKET MOTIVASI BELAJAR
Nama :
Kelas :
Intruksi :
Baca dan pahamilah setiap pernyataan di bawah ini. Berilah tanda centang (√) pada salah satu kolom yang tersedia :
SS : Sangat setuju, jika sangat sesuai dengan diri anda
S : Setuju, Jika Sesuai Dengan Diri Anda
TS : Tidak Setuju, Jika Tidak Sesuai Dengan Diri Anda
STS : Sangat Tidak Setuju, Jika Sangat Tidak Sesuai Dengan Diri Anda.
ANGKET JENIS MOTIVASI BELAJARKU
Nama :
Kelas :
Intruksi :
Baca dan pahamilah setiap pernyataan di bawah ini. Berilah tanda silang (X) pada salah satu kolom yang tersedia :
MOTIVASI INSTRINSIK
MOTIVASI EKSTRINSIK
SESI 4
TARGET DAN AGENDA BELAJAR
Tujuan
Peserta mengetahui pentingnya tujuan dalam belajar
Peserta mampu mengenali dan menetapkan target belajar jangka panjang dan jangka pendek yang spesifik, terukur, dapat dicapai, sesuai, dan ada batasan waktu.
Strategi pembelajaran
Diskusi
Simulasi
Waktu
15 menit
Materi
Membuat target dan agenda belajar
Indikator pencapaian
Peserta merencanakan apa yang ingin dicapainya
Peserta mampu membuat strategi untuk mencapai targetnya
Perlengkapan
Lembar kerja target dan agenda belajar
Pulpen
Mikrofon
Uraian prosedur
Pelatih dan panitia membagikan lembar kerja kepada peserta.
Pelatih memberikan instruksi untuk mengisi biodata yang ada di lembar kerja.
Pelatih menjelaskan tujuan dan bagaimana cara mengisi lembar kerja
Pelatih memberikan waktu selama 7 menit untuk peserta mengisi lembar kerja.
Pelatih menerangkan pentingnya target dalam belajar
Uraian materi:
Lembar kerja target yang ingin dicapai:
SESI 5
ANGKET GAYA BELAJAR
Tujuan
Membantu siswa/i menyadari gaya belajar yang dimilikinya sehingga siswa/I dapat mengoptimalkan kemampuan belajarnya.
Strategi pembelajaran
diskusi
Waktu
10 menit
Materi
Mengisi angket gaya belajar
Indikator pencapaian
Siswa/I mengetahui gaya belajarnya
Perlengkapan
Angket gaya belajar
Pulpen
Uraian prosedur
Pelatih mendistribusikan lembar kerja gaya belajar
Pelatih menginstruksikan peserta pelatihan untuk menuliskan identitas diri terlebih dahulu dan meminta semua peserta pelatihan untuk tidak memulai mengisi lembar kerja terlebih dahulu.
Pelatih menginstruksikan peserta pelatihan untuk mengisi lembar kerja gaya belajar dengan jujur sesuai dengan diri peserta pelatihan sendiri dan memberitahukan bagaimana cara mengisi lembar kerja tersebut.
Pelatih menginstruksikan untuk mengerjakan lembar kerja gaya belajar selama 5 menit
Pelatihmemandu peserta untuk skoring angket gaya belajar
Uraian Materi:
Lembar Kerja Gaya Belajar:
ANGKET GAYA BELAJAR
Nama :
Kelas :
Intruksi :
Baca dan pahamilah setiap pernyataan di bawah ini. Berilah tanda centang (√) pada salah satu kolom yang tersedia :
SS : Sangat setuju, jika sangat sesuai dengan diri anda
S : Setuju, Jika Sesuai Dengan Diri Anda
TS : Tidak Setuju, Jika Tidak Sesuai Dengan Diri Anda
STS : Sangat Tidak Setuju, Jika Sangat Tidak Sesuai Dengan Diri Anda.
pentujuk pengolahan
berikan skor pada masing-masing pernyataan dengan pilihan jawaban yang anda pilih :
SS = 4
S = 3
TS = 2
STS = 1
jika anda telah selesai memberi skor pada tiap jawaban anda, silahakan mengisi format isi di bawah ini:
SESI 6
GAYA BELAJARKU
Tujuan
Agar siswa mengetahui gaya belajar yang dimiliki
Agar siswa memahami gaya belajar yang dimiliki
Strategi pembelajaran
a. Ceramah
Waktu
20 menit
Materi
Tentang pemahaman gaya belajar
Indikator pencapaian
Keuntungan akademik
Memaksimalkan potensi belajar
Memahami cara belajar
Mengembangkan strategi belajar
Keuntungan pribadi
Mempelajari bagaimana menikmati belajar dengan lebih dalam
Mempelajari bagaimana memaksimalkan kemampuan serta keterampilan yang kita miliki
Perlengkapan
Mikrofon
Kertas HVS
Spidol
Uraian prosedur
Pelatih memberikan materi tentang pemahaman gaya belajar
Peserta diminta untuk mengisi angket tentang gaya belajar
Peserta di minta untuk mempresentasikan hasil dari gaya belajar nya sesuai dengan kelompok nya (auditor, kinestetik,visual)
Setelah di presentasi pelatihan menanyakan kepada peserta tentang gaya belajar nya
Peserta di minta memberikan contoh tentang gaya belajar nya
Pelatihan menambahkan penjelasan lebih dalam lagi mengenai gaya belajar nya
Uraian Materi:
GAYA BELAJAR
Kemampuan seseorang untuk memahami dan menyerap pelajaran sudah pasti berbeda tingkatnya. Ada yang cepat, sedang dan ada pula yang sangat lambat. Setiap individu tidak hanya belajar dengan kecepatan yang berbeda tetapi juga memproses informasi dengan cara yang berbeda. Karenanya, mereka seringkali harus menempuh cara berbeda untuk bisa memahami sebuah informasi atau pelajaran yang sama. Cara memproses informasi yang diperoleh dikenal dengan istilah gaya belajar. Gaya belajar merupakan karakteristik penting dari berbagai ciri yang mempengaruhi cara siswa belajar.
Menurut DePorter dan Hernacki (Halim, 2012) dinyatakan bahwa “Gaya belajar adalah kombinasi dari cara seseorang dalam menyerap informasi, kemudian mengatur informasi, dan mengolah informasi tersebut menjadi bermakna”. Sedangkan Kemp (Halim, 2012) menyatakan bahwa “Gaya belajar adalah cara mengenali berbagai metode belajar yang disukai yang mungkin lebih efektif bagi siswa tersebut”.
Gaya Belajar Visual
Siswa yang bergaya belajar visual dapat dilihat dari ciri-ciri utama yaitu menggunakan modalitas belajar dengan kekuatan indra mata. DePorter dan Hernacki (Halim, 2012) menjelaskan bahwa orang bergaya belajar visual lebih dekat dengan ciri seperti lebih suka mencoret-coret ketika berbicara di telepon, berbicara dengan cepat,dan lebih suka melihat peta dari pada mendengar penjelasan.
Umumnya orang bergaya visual dalam menyerap informasi menerapkan strategi visual yang kuat dengan gambar dan ungkapanyang berciri visual. Rose dan Nicholl (Halim, 2012) menyatakan bahwa strategi visual menurunkan aktivitas berciri ungkapan visual sepertimenggunakan peta konsep untuk menyatakan gagasan ataumenggambar sebuah sketsa, atau membuat charta, grafik, atau diagram.
Ciri-ciri gaya belajar visual (DePorter dan Hernacki dalam Halim, 2012) antara lain: rapi dan teratur, bicara agak cepat, mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi, tidak mudah terganggu oleh keributan, mengingat yang dilihat dari pada yang didengar, lebih suka membaca dari pada dibacakan, pembaca cepat dan tekun, seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata, lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato, lebih suka musik dari pada seni, mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya, mencoret-coret tanpa arti selama menelepon/kuliah, suka membaca, menonton film/tv, mengisi TTS, senang memperhatikan ekspresi orang saat berbicara. Lebih mengingat wajah orang dibandingkan namanya, mengingat kata dengan melihat susunan huruf pada kata.
Gaya Belajar Auditorial
Siswa yang bergaya belajar auditorial dapat dikenali dari ciri-cirinya yang lebih banyak menggunakan modalitas belajar dengan kekuatan indra pendengaran yakni telinga. DePorter dan Hernacki (Halim, 2012) menjelaskan bahwa orang bergaya belajar auditorial lebih dekat dengan ciri seperti lebih suka berbicara sendiri, lebih menyukai ceramah atau seminar dari pada membaca buku, dan atau lebih suka berbicara dari pada menulis. De Porter dan Hernacki (Halim, 2012)menyatakan bahwa kata-kata khas yang digunakan oleh orangauditorial dalam pembicaraan tidak jauh dari ungkapan “akumendengar apa yang kau katakan” dan kecepatan bicaranya sedang.
Dalam menyerap informasi umumnya orang bergaya belajar auditorial menerapkan strategi pendengaran yang kuat dengan suara dan ungkapan yang berciri pendengaran. Rose dan Nicholl(Halim, 2012) menyatakan bahwa strategi auditorial menurunkan aktivitas berciri ungkapan suara atau pendengaran seperti membaca sebuah informasi keras-keras dengan cara dramatis. Dengan mengenal ciri-ciri siswa auditorial di kelas akan memberikan pedoman pada guru untuk memilih strategi pembelajaran yang memberikan variasi yang bersifat auditorial. Untuk pembelajaran fisika, guru dapatmenjelaskan penerapan hukum atau prinsip hasil ilustrasi darilangkah-langkah fisika yang panjang serta merangkumnya dalambentuk prosedur dan merekam lalu kemudian menyuarakannya.
Ciri-ciri gaya belajar auditori (De Porter dan Hernackidalam Halim, 2012): Saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri, mudah terganggu oleh keributan, belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat, merasa kesulitan untuk menulis (mengarang) namun hebat dalam bercerita, menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca, lebih suka gurauan lisan daripada komik, berbicara dalam irama yang terpola. Suka berbicara, suka berdiskusi dan menjelaskan sesuatu panjang lebar, dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, birama dan warna suara, suka mendengar radio, musik, sandiwara, debat, atau diskusi, mengungkapkan emosi secara verbal (kata-kata melalui perubahan nada bicara atau intonasi, ingat dengan baik nama orang, tidak melakukan kontak mata saat berbicara dengan orang lain dan mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual.
Gaya Belajar Kinestetik
Siswa yang bergaya belajar visual dapat dilihat dari ciri-ciri utama yaitu menggunakan modalitas belajar melalui aktivitas fisik dan keterlibatan langsung. DePorter dan Hernacki (Halim, 2012)menjelaskan bahwa orang bergaya belajar kinestetik lebih dekat dengan ciri seperti saat berpikir lebih baik ketika bergerak atau berjalan, lebih menggerakkan anggota tubuh ketika bicara dan merasa sulit untuk duduk diam.
Umumnya orang bergaya belajar kinestetik dalam menyerap informasi menerapkan strategi fisikal dan ekspresi yang berciri fisik.Rose dan Nicholl (Halim, 2012) menyatakan bahwa strategi kinestetik menurunkan aktivitas berciri ekspresi fisik atau keterlibatan langsungseperti siswa berjalan atau bergerak saat membaca atau mendengar.Implikasi mengenal ciri dan strategi kinestetik bagi siswa-siswa dikelas memberikan pedoman bagi guru memilih pendekatanpembelajaran yang memberikan variasi yang bersifat fisikal. Dalampembelajaran fisika, guru dapat membantu siswa membuat paket-paketinformasi yang berasal dari input auditorial menjadi bentuk fisikseperti: membuat catatan pada kartu-kartu indeks berukuran postcard(kartu pos), belajar dalam kelompok seperti melakukan praktikumfisika guna memahami konsep, prinsip, dan prosedur fisika, sertamengolah paket-paket informasi dalam majalah dinding kelas melaluikegiatan periksa dan baca ulang.
Ciri-ciri gaya belajar kinestetik (DePorter dan Hernacki dalam Halim, 2012): Berbicara perlahan, kadang-kadang butuh waktu untuk berhenti dan berpikir sejenak setelah satu kalimat sebelum melanjutkan pada kalimat berikutnya. Penampilan rapi, tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan, belajar melalui memanipulasi dan praktek, menghafal dengan cara berjalan dan melihat, menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca, menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca, menyukai permainan yang menyibukkan, tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika pernah berada di tempat itu,menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka, menggunakan kata-kata yang mengandung aksi, dan tidak dapat duduk tenang untuk waktu yang lama, serta membuat keputusan berdasarkan perasaan.
SESI 7
ICE BREAKING
Tujuan
Tujuan dari ice breaking adalah mengembalikan konsentrasi peserta, agar peserta kembali fokus dengan pelatihhan.
Strategi Pembelajaran
Games
Waktu
5 menit
Materi
Game “Senam Otak : Mengenal anggota wajah”
Indicator Pencapaian
Peserta mampu menambah konsentrasi selama mengikuti pelatihan
Perlengkapan
Mikrofon
Uraian Prosedur
Pelatih memberikan instruksi tentang cara bermain
Peserta mengikuti instruksi dari pelatih
SESI 8
SEPUTAR MATERI YANG SUDAH DIBERIKAN
Tujuan
Untuk mengukur sejauh mana mereka menyerap materi dan pengalaman yang sudah mereka dapat.
Strategi Pembelajaran
Mengisi soal Post-Test
Waktu
15 Menit
Materi
Post-Test
Indikator Pencapaian
Peserta mampu memahami motivasi belajar yang diketahuinya.
Peserta mampu memahami gangguan ketika belajar.
Peserta mampu memahami Gaya Belajarnya.
Perlengkapan
Lembar post-test
Pulpen
Uraian Prosedur
Pelatih memberikan lembar pre-test untuk peserta.
Peserta mengisi lembar pre-test tersebut selama 10 menit.
Setelah selesai mengisi, peserta mengumpulkan lembar post-test tersebut kepada pelatih.
Lembar Kerja Post Test:
Komentar