Modul Pelatihan Gaya Belajar dan Motivasi Belajar Siswa

 PENDAHULUAN

Modul ini disusun sebagai panduan bagi tim pelatih dalam melaksanakan pelatihan Motivasi Belajar dan Gaya Belajar untuk meningkatkan motivasi belajar pada siswa SMP. Panduan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

  1. Latar Belakang Permasalahan

Pendidikan merupakan salah satu hal yang dibutuhkan oleh seseorang. Dengan pendidikan seseorang dapat belajar untuk mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. Pendidikan jugalah yang menentukan dan menuntun arah masa depan seseorang. Berdasarkan UU No.20 Tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar pesertadidik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Sedangkan menurut Wikipedia, pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian.. Disamping itu salah satu undur atau komponen pendidikan adalah peserta didik.

Menurut Wikipedia, peserta didik atau siswa/I adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan informal, pendidikan formal maupun pendidikan nonformal, pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu. Berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik sekolah PKBM Margajaya yaitu Ibu Hj. Tety, menurut Ibu Hj. Tety, siswa/I di sekolah PKBM pada tingkat SMP (Paket B) membutuhkan motivasi untuk belajar supaya siswa/I memiliki semangat dalam mengikuti pembelajaran di kelas dan memiliki semangat dalam menuntut ilmu.

Motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung (Uno, 2011). Pelatihan ini diadakan dalam upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa/i. diantara rangkain kegiatan yang telah di tentukan penulis untuk meningkatkan motivasi belajar, salah satu kegiatan yang akan dilakukan adalah mengenali gaya belajar. 

Gaya belajar adalah cara yang dilakukan murid dalam menangkap suatu informasi dengan cara mengingat, berpikir dan memecahkan masalah, dimana berkaitan dengan pribadi seseorang yang dipengaruhi oleh pendidikan dan riwayat perkembangannya (Nasution dalam Darmawati, 2013).

Penulis berpendapat bahwa setiap siswa/I memiliki gaya belajarnya masing-masing, dan diharapkan dengan mengenali gaya belajar siswa/I dapat meningkatkan motivasi belajarnya.

  1. Tujuan Pelatihan

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberi pelatihan motivasi belajar dan gaya belajar agar siswa/I dapat mengenali motivasi belajar yang dimilikinya begitu juga dengan gaya belajarnya. 

  1. Sasaran Pelatihan

Sasaran dari pelatihan ini adalah siswa/I paket B di sekolah PKBM Margajaya.

  1.  Manfaat Pelatihan

Manfaat pelatihan ini adalah agar siswa/I dapat, mengenal motivasi belajarnya, mengenal gaya belajarnya sehingga dapat meningkatkan motivasi belajarnya, karena motivasi belajar berpengaruh pada prestasi belajar dan juga minat siswa/I dalam belajar. 

  1. Peserta Pelatihan

Peserta dari pelatihan ini adalah siswa SMP (Paket B) sebanyak 35 siswa/I

  1. Waktu Pelatihan

Pelaksanaan pelatihan akan dilaksanakan di PKBM Margajaya, pelatihan dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 9 dan tanggal 16 September 2018.

  1. Langkah-langkah Pelatihan



No.

Tema

Materi

Kegiatan

Capaian/Tujuan 

Metode

Waktu


Motivasi Belajar dan Gaya Belajar

  1. Pembukaan

  2. Perkenalan diri

  3. Penjelasan pelatihan

  4. Pengisian informed consent

  5. Membuat dan menyepakati kontrak pelatihan bersama

Sosialisasi

Membangun rapport dan kedekatan dengan peserta pelatihan

Percakapan Aktif

5 menit

1.

Pre-test

Motivasi Belajar, Gangguan ketika Belajar, dan Gaya Belajar

Untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang materi yang diberikan

Mengisi soal Pre-Test


10 menit

2.

Motivasi Belajar

Mengisi Angket dan Menjelaskan Motivasi Belajar

Memberi pemahaman tentang motivasi belajar

Diskusi

20 menit



Membuat Agenda Belajar dan Membuat Target yang ingin dicapai

Memberikan pemahaman kepada siswa mengenai Agenda Belajar dan Target yang dicapai

Simulasi dan Diskusi

15 menit

3.

Gaya Belajar

Mengisi Angket Gaya Belajar

Untuk mengetahui Gaya Belajar siswa

Mengisi Angket yang diberikan

10 menit



Memberikan pemahaman tentang Gaya Belajar

Memberikan pemahaman siswa terhadap Gaya Belajar

Ceramah

20 menit

4.

Game “Senam Otak”


Ice Breaking

Melatih konsentrasi peserta.


Game

5 menit

5.

Post-Test

Seputar materi yang sudah diberikan

Mengukur sejauh mana mereka menyerap materi dan pengalaman yang sudah mereka dapat

Mengisi soal post-test

10 menit


Total Durasi

95 menit








SESI 1

PEMBUKAAN DAN PERKENALAN

  1. Tujuan 

  1. Peserta dan panitia saling mengenal 

  2. Peserta mendapatkan gambaran pelatihan 

  3. Peserta lebih kooperatif untuk mengikuti pelatihan 

  4. Mencairkan suasana dan menambah keakraban antar peserta dan pelatih 

  1. Strategi Pembelajaran 

  1. Percakapan

  1. Waktu 

5menit 

  1. Materi 

  1. Pembukaan 

  2. Perkenalan diri 

  3. Penjelasan pelatihan 

  4. Pengisian informed consent

  5. Membuat dan menyepakati kontrak pelatihan bersama 

  1. Indikator Pencapaian 

  1. Peserta mendapatkan gambaran tentang pelatihan yang akan mereka ikuti 

  2. Peserta dan fasilitator terlibat aktif dalam proses pelatihan 

  3. Peserta pelatihan mengetahui tujuan dan materi pembelajaran 

  1. Perlengkapan 

  1. Lembar presensi 

  2. Jadwal kegiatan 

  3. Lembar persetujuan tanda tangan perwakilan peserta atas kontrak pelatihan 

  4. Mikrofon

  1. Uraian Prosedur 

  1. Peserta memasuki arena pelatihan dan mengisi absensi yang telah disediakan sebagai tanda keikutsertaan dalam pelatihan

  2. Pelatih dan observer memperkenalkan diri 

  3. Pelatih menjelaskan tujuan dan rangkaian kegiatan 

  4. Pelatih dan peserta bersama-sama membuat kesepakatan dan tata tertib selama pelatihan berlangsung. 


SESI 2

PRETEST

(Motivasi Belajar dan Gaya Belajar)

  1. Tujuan

Untuk mengetahui pemahaman siswa tentang Motivasi Belajar, Gangguan ketika Belajar, dan Gaya Belajar.

  1. Strategi Pembelajaran

Mengisi soal Pre-Test

  1. Waktu

10 Menit

  1. Materi

  1. Motivasi Belajar

  2. Gaya Belajar

  1. Indikator Pencapaian

  1. Peserta mampu mengetahui motivasi belajar yang diketahuinya.

  2. Peserta mampu mengetahui gangguan ketika belajar.

  3. Peserta mampu mengetahui Gaya Belajarnya.

  1. Perlengkapan

  1. Lembar pre-test

  2. Pulpen

  3. Mikrofon 

  1. Uraian Prosedur. 

  1. Pelatih memberikan lembar pre-test untuk peserta.

  2. Peserta mengisi lembar pre-test tersebut selama 10 menit.

  3. Setelah selesai mengisi, peserta mengumpulkan lembar pre-test tersebut kepada trainer. 























SESI 3

MOTIVASIKU

  1. Tujuan

Memberikan siswa/I informasi mengenai motivasi belajar dan membantu siswa/I untuk mengenali motivasi belajarnya sehingga motivasi belajar siswa dapat meningkat.

  1. Strategi Pembelajaran

Diskusi 

  1. Waktu

20 menit

  1. Materi

  1. Pengertian motivasi belajar

  2. Jenis motivasi belajar

  3. Ciri-ciri individu yang memiliki motivasi tinggi

  4. Pentingnya memiliki motivasi belajar

  1. Indikator Pencapaian

  1. Peserta pelatihan dapat menjelaskan apa itu motivasi belajar

  2. Peserta pelatihan dapat mengenali motivasi dirinya

  3. Peserta dapat mengukur 

  1. Perlengkapan

  1. Hangout materi/ LCD Projector

  2. Mikrofon

  3. Lembar kerja motivasi belajar

  4. Pulpen 

  1. Uraian Prosedur

  1. Pelatihan dan paniatia membagikan lembar kerja tentang jenis motivasi dan intensitas motivasi belajar diri pada pada peserta pelatihan.

  2. Pelatih memandu peserta pelatihan untuk megisi biodata yang ada di lembar kerja.

  3. Setelahnya pelatih menjelaskan tujuan tentang lembar kerja tersebut dan bagaimana cara mengisinya.

  4. Pelatih memberitahukan kepada peserta pelatihan untuk mengisikan lembar kerja tersebut selama 5 menit.

  5. Pelatih memandu peserta pelatihan untuk skoring lembar kerja

  6. Pelatih memaparkan materi tentang pengertian motivasi belajar, jenis motivasi belajar, ciri-ciri individu dengan motivasi tinggi dan pentingnya motivasi belajar.


Materi Sesi 3 : Motivasiku

Sudarwan (2002:2) motivasi diartikan sebagai kekuatan, dorongan, kebutuhan, semangat, tekanan, atau mekanisme psikologis yang mendorong seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai prestasi tertentu sesuai dengan apa yang dikehendakinya. Hakim (Fauziah dkk, 2017) mengemukakan pengertian motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu.

Menurut Hamzah B. Uno (Fauziah dkk, 2017) hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. 

Motivasi mempunyai peranan yang strategis dalam aktivitas belajar seseorang. Makin tinggi motivasi belajar makin tinggi pula peningkatan hasil belajar. Motivasi belajar yang dimiliki oleh siswa itu timbul diakibatkan oleh dua faktor dari dalam diri sendiri yang disebut intrinsik, atau faktor dari luar diri sendiri yang disebut faktor ekstrinsik. Faktor dari dalam menurut Hamzah (2012: 9) meliputi: 

  1. Penyesuaian tugas dengan minat 

  2. Perencanaan yang penuh variasi 

  3. Umpan balik atas respon siswa 

  4. Kesempatan respon peserta didik yang aktif 

  5. Kesempatan peserta didik untuk menyesuaikan tugas pekerjaannya. 

Sedangkan faktor ekstrinsik menurut Hamzah (2012: 9) meliputi :

  1. Penyesuaian tugas dengan minat 

  2. Perencanaan yang penuh variasi 

  3. Respons siswa 

  4. Kesempatan peserta didik yang aktif 

  5. Kesempatan peserta didik untuk menyesuaikan tugas pekerjaannya 

  6. Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar

Sedangkan ciri individu dengan motivasi instrisik dan ekstrinsik (Suharno&Sadirman):

  1. Motivasi Intrinsik

  1. Senang menjalankan tugas belajar.

  2. Menunjukan minat mendalami materi yang di pelajari lebih jauh.

  3. Bersemangat dan bergairah untuk berprestasi

  4. Merasakan pentingnya belajar

  5. Ulet dan tekun dalam menghadapi masalah belajar

  6. Mempunyai keinginan untuk meraih cita-cita dengan cara belajar.

  1. Motivasi ekstrinsik

  1. Ganjaran (award)  atau Hadiah (reward)

  2. Hukuman (punishment)

  3. Persaingan dengan teman /lingkungan (Competition)


ANGKET MOTIVASI BELAJAR

Nama

Kelas :

Intruksi :

Baca dan pahamilah setiap pernyataan di bawah ini. Berilah tanda centang (√) pada salah satu kolom yang tersedia :

SS : Sangat setuju, jika sangat sesuai dengan diri anda

S : Setuju, Jika Sesuai Dengan Diri Anda

TS : Tidak Setuju, Jika Tidak Sesuai Dengan Diri Anda

STS : Sangat Tidak Setuju, Jika Sangat Tidak Sesuai Dengan Diri Anda.



No

Pernyataan

STS

TS

S

SS

1

2

3

4

1

Saya tidak menunda-nunda mengerjakan tugas/PR





2

Saya senang dengan tugas/PR yang diberikan oleh guru





3

Saya belajar walaupun tidak sedang ujian





4

Saya mengulang kembali pelajaran di sekolah ketika dirumah





5

Saya mempelajari materi yang belum diajarkan sendiri





6

Saya akan bertanya kepada guru apabila materi yang disampaikan kurang saya pahami





7

Saya sering mengantuk dikelas





8

Saya mengerjakan pr saya dirumah





9

Saya belajar dirumah tanpa disuruh orangtua saya





10

Saya mudah bosan dikelas





11

Saya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah





12

Saya mengikuti peraturan sekolah dengan baik





13

Saya tidak mencontek saat ujian





14

Saya sudah mengetahui cita-cita saya dengan yakin











ANGKET JENIS MOTIVASI BELAJARKU

Nama

Kelas :

Intruksi :

Baca dan pahamilah setiap pernyataan di bawah ini. Berilah tanda silang (X) pada salah satu kolom yang tersedia :

MOTIVASI INSTRINSIK

No

Pernyataan

X

1

Saya belajar di luar jam sekolah atas keinginan saya sendiri


2

Saya tidak pernah bolos sekolah


3

Saya belajar dirumah tanpa disuruh orangtua saya


4

Saya senang duduk di depan saat belajar di kelas


5

Saya mengerjakan tugas/PR dengan sepenuh hati


6

Saya giat belajar agar target nilai saya tercapai


7

Saya mempertahitakn guru saat mengajar


8

Saya tahu bahwa kewajiban pelajar adalah belajar


9

Saya tidak pernah terlambat ke sekolah aras kemauan saya sendiri


10

Saya rajin belajar agar cita-cita saya tercapai


11

Saya akan langsung bertanya apabila ada yang belum saya pahami



MOTIVASI EKSTRINSIK

No

Pernyataan

X

1

Saya senang apabila orangtua saya memberi pujian atas nilai yang saya dapatkan


2

Saya mendapat pujian dari guru saya atas nilai saya, dan saya menjadi semangat untuk mendapatkan nilai yang baik lagi


3

Saya senang mendapat pujian dari teman saya atas nilai saya saya menjadi semangat untuk mendapatkan nilai yang baik lagi


4

Saya tidak datang terlambat karena saya akan mendapatkan hukuman bila terlambat


5

Saya akan giat belajar saat mendapat semangat dari orangtua saya


6

Saya akan giat belajar saat mendapat semangat dari guru saya


7

Saya akan ikut mengerjakan tugas dengan semangat apabila teman-teman saya juga melakukan hal yang sama


8

Saya memerlukan nasihat dari orang-orang disekitar saya untuk melakuakn sesuatu


9

Melihat teman saya mendapatkan nilai yang baik, saya terpacu untuk mendapatkan nilai yang baik juga


10

Saya mengerjakan tugas karena takut di hukum oleh guru



SESI 4

TARGET DAN AGENDA BELAJAR

  1. Tujuan 

  1. Peserta mengetahui pentingnya tujuan dalam belajar

  2. Peserta mampu mengenali dan menetapkan target belajar jangka panjang dan jangka pendek yang spesifik, terukur, dapat dicapai, sesuai, dan ada batasan waktu.

  1. Strategi pembelajaran

  1. Diskusi

  2. Simulasi 

  1. Waktu

15 menit

  1. Materi

Membuat target dan agenda belajar

  1. Indikator pencapaian

  1. Peserta merencanakan apa yang ingin dicapainya

  2. Peserta mampu membuat strategi untuk mencapai targetnya

  1. Perlengkapan

  1. Lembar kerja target dan agenda belajar

  2. Pulpen

  3. Mikrofon 

  1. Uraian prosedur

  1. Pelatih dan panitia membagikan lembar kerja kepada peserta.

  2. Pelatih memberikan instruksi untuk mengisi biodata yang ada di lembar kerja.

  3. Pelatih menjelaskan tujuan dan bagaimana cara mengisi lembar kerja

  4. Pelatih memberikan waktu selama 7 menit untuk peserta mengisi lembar kerja.

  5. Pelatih menerangkan pentingnya target dalam belajar


Uraian materi:

Lembar kerja target yang ingin dicapai:



SESI 5

ANGKET GAYA BELAJAR

  1. Tujuan 

Membantu siswa/i menyadari gaya belajar yang dimilikinya sehingga siswa/I dapat mengoptimalkan kemampuan belajarnya.

  1. Strategi pembelajaran

diskusi

  1. Waktu

10  menit

  1. Materi

  1. Mengisi angket gaya belajar

  1. Indikator pencapaian

  1. Siswa/I mengetahui gaya belajarnya

  1. Perlengkapan

  1. Angket gaya belajar

  2. Pulpen

  1. Uraian prosedur

  1. Pelatih mendistribusikan lembar kerja gaya belajar 

  2. Pelatih menginstruksikan peserta pelatihan untuk menuliskan identitas diri terlebih dahulu dan meminta semua peserta pelatihan untuk tidak memulai mengisi lembar kerja terlebih dahulu.

  3. Pelatih menginstruksikan peserta pelatihan untuk mengisi lembar kerja gaya belajar dengan jujur sesuai dengan diri peserta pelatihan sendiri dan memberitahukan bagaimana cara mengisi lembar kerja tersebut.

  4. Pelatih menginstruksikan untuk mengerjakan lembar kerja gaya belajar selama 5 menit

  5. Pelatihmemandu peserta untuk skoring angket gaya belajar





Uraian Materi:

Lembar Kerja Gaya Belajar:

ANGKET GAYA BELAJAR

Nama

Kelas :

Intruksi :

Baca dan pahamilah setiap pernyataan di bawah ini. Berilah tanda centang (√) pada salah satu kolom yang tersedia :

SS : Sangat setuju, jika sangat sesuai dengan diri anda

S : Setuju, Jika Sesuai Dengan Diri Anda

TS : Tidak Setuju, Jika Tidak Sesuai Dengan Diri Anda

STS : Sangat Tidak Setuju, Jika Sangat Tidak Sesuai Dengan Diri Anda.

No

Pertanyaan

STS

TS

S

SS

1

Hari-hari tanpa musik terasa membosankan

 

 

 

 

2

sangat sulit bagi saya untuk duduk diam dalam waktu yang lama

 

 

 

 

3

saya sering mencatat intruksi yang disampaikan kepada saya

 

 

 

 

4

saya lebih senang memeragakan suatu peristiwa dibandingkan menuliskan

 

 

 

 

5

jika libur, saya lebih senang membaca buku dari pada berolahraga

 

 

 

 

6

Saya sering bernyanyi saat sedang sendiri





7

ketika membuat presentasi di aplikasi power point, saya selalu menambahakan gambar-gamabar yang relevan untuk mendukung presentasi saya.

 

 

 

 

8

ketika bernyanyi bersama dengan teman-teman, saya sering menari tanpa diminta

 

 

 

 

9

saya lebih mudah menangkap intruksi jika mendengarakan dibanding membacanya

 

 

 

 

10

saya senang membuat prakarya dari barang-barang bekas.

 

 

 

 

11

saya mengetahui hampir semua lirik dari lagu yang saya dengar

 

 

 

 

12

ketika mendengar orang lain berbicara, saya sering membuat gambaran dari apa yang mereka katakan dalam benak saya.

 

 

 

 

13

saya berolahraga teratur

 

 

 

 

14

saya senang berbicara di telpon dalam waktu lama

 

 

 

 

15

saya melihat objek dalam bentuk gambar, saya dapat dengan mudah mengenali objek yang sama walaupun posisi objek itu diubah.

 

 

 

 

16

tulisan tangan saya tidak rapi

 

 

 

 

17

saya sering berbicara kepada diri sendiri tentang langkah-langakah yang harus dilakukan ketika mengerjakan sesuatu

 

 

 

 

18

saya lebih suka berbicara daripada menulis

 

 

 

 

19

saya lebih sering mencoret-coret kertas ketika jenuh

 

 

 

 

20

saya biasanya menggunakan jari saya untuk menunjuk kalimat yang saya baca

 

 

 

 

21

saya akan sangat terganggu apabila ada orang yang berbicara pada saat saya sedang menonton telivisi.

 

 

 

 

22

saya paling senang belajar apabila langsung disertai praktik

 

 

 

 

23

saya lebih suka mendapat informasi terkini dari radio dibandingkan koran

 

 

 

 

24

saya selalu membaca instruksi terlebih dahulu sebelum menggunakan barang yang baru beli

 

 

 

 

25

saya lebih mudah menghapal sesuatu jika disertai gambara

 

 

 

 

26

ketika diminta membeli sesuatu, saya sering mengulang-ulang nama barangnya selama dijalan

 

 

 

 

27

saya selalu memeriksa barang yang akan dibeli dengan teliti

 

 

 

 


pentujuk pengolahan

berikan skor pada masing-masing pernyataan dengan pilihan jawaban yang anda pilih :

SS = 4

S = 3

TS = 2

STS = 1

jika anda telah selesai memberi skor pada tiap jawaban anda, silahakan mengisi format isi di bawah ini:

Visual

Pernyataan Nomor

skor

3

 

5

 

7

 

12

 

15

 

19

 

24

 

25

 

27

 


Kinestik

pernyataan nomor

skor

2

 

4

 

8

 

10

 

13

 

16

 

20

 

22

 

26

 


Auditori

pernyataan nomor

skor

1

 

6

 

9

 

11

 

14

 

17

 

18

 

21

 

23

 



SESI 6

GAYA BELAJARKU

  1. Tujuan

  1. Agar siswa mengetahui gaya belajar yang dimiliki

  2. Agar siswa  memahami gaya belajar yang dimiliki

  1. Strategi pembelajaran

a. Ceramah

  1. Waktu

20 menit

  1. Materi

Tentang pemahaman gaya belajar

  1. Indikator pencapaian

  1. Keuntungan akademik

  1. Memaksimalkan potensi belajar

  2. Memahami cara belajar

  3. Mengembangkan strategi belajar

  1. Keuntungan pribadi

  1. Mempelajari bagaimana menikmati belajar dengan lebih dalam

  2. Mempelajari bagaimana memaksimalkan kemampuan serta keterampilan yang kita miliki

  1. Perlengkapan

  1. Mikrofon

  2. Kertas HVS

  3. Spidol 



  1. Uraian prosedur

  1. Pelatih memberikan materi tentang pemahaman gaya belajar

  2. Peserta diminta untuk mengisi angket tentang gaya belajar

  3. Peserta di minta untuk mempresentasikan hasil dari gaya belajar nya sesuai dengan kelompok nya (auditor, kinestetik,visual)

  4. Setelah di presentasi pelatihan menanyakan kepada peserta tentang gaya belajar nya 

  5. Peserta di minta memberikan contoh tentang gaya belajar nya

  6. Pelatihan menambahkan penjelasan lebih dalam lagi mengenai gaya belajar nya

Uraian Materi:

GAYA BELAJAR

Kemampuan seseorang untuk memahami dan menyerap pelajaran sudah pasti berbeda tingkatnya. Ada yang cepat, sedang dan ada pula yang sangat lambat. Setiap individu tidak hanya belajar dengan kecepatan yang berbeda tetapi juga memproses informasi dengan cara yang berbeda. Karenanya, mereka seringkali harus menempuh cara berbeda untuk bisa memahami sebuah informasi atau pelajaran yang sama. Cara memproses informasi yang diperoleh dikenal dengan istilah gaya belajar. Gaya belajar merupakan karakteristik penting dari berbagai ciri yang mempengaruhi cara siswa belajar. 

Menurut DePorter dan Hernacki (Halim, 2012) dinyatakan bahwa “Gaya belajar adalah kombinasi dari cara seseorang dalam menyerap informasi, kemudian mengatur informasi, dan mengolah informasi tersebut menjadi bermakna”. Sedangkan Kemp (Halim, 2012) menyatakan bahwa “Gaya belajar adalah cara mengenali berbagai metode belajar yang disukai yang mungkin lebih efektif bagi siswa tersebut”.

  1. Gaya Belajar Visual

Siswa yang bergaya belajar visual dapat dilihat dari ciri-ciri utama yaitu menggunakan modalitas belajar dengan kekuatan indra mata. DePorter dan Hernacki (Halim, 2012) menjelaskan bahwa orang bergaya belajar visual lebih dekat dengan ciri seperti lebih suka mencoret-coret ketika berbicara di telepon, berbicara dengan cepat,dan lebih suka melihat peta dari pada mendengar penjelasan.

Umumnya orang bergaya visual dalam menyerap informasi menerapkan strategi visual yang kuat dengan gambar dan ungkapanyang berciri visual. Rose dan Nicholl (Halim, 2012) menyatakan bahwa strategi visual menurunkan aktivitas berciri ungkapan visual sepertimenggunakan peta konsep untuk menyatakan gagasan ataumenggambar sebuah sketsa, atau membuat charta, grafik, atau diagram.

Ciri-ciri gaya belajar visual (DePorter dan Hernacki dalam Halim, 2012) antara lain: rapi dan teratur, bicara agak cepat, mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi, tidak mudah terganggu oleh keributan, mengingat yang dilihat dari pada yang didengar, lebih suka membaca dari pada dibacakan, pembaca cepat dan tekun, seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata, lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato, lebih suka musik dari pada seni, mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya, mencoret-coret tanpa arti selama menelepon/kuliah, suka membaca, menonton film/tv, mengisi TTS, senang memperhatikan ekspresi orang saat berbicara. Lebih mengingat wajah orang dibandingkan namanya, mengingat kata dengan melihat susunan huruf pada kata.


  1. Gaya Belajar Auditorial

Siswa yang bergaya belajar auditorial dapat dikenali dari ciri-cirinya yang lebih banyak menggunakan modalitas belajar dengan kekuatan indra pendengaran yakni telinga. DePorter dan Hernacki (Halim, 2012) menjelaskan bahwa orang bergaya belajar auditorial lebih dekat dengan ciri seperti lebih suka berbicara sendiri, lebih menyukai ceramah atau seminar dari pada membaca buku, dan atau lebih suka berbicara dari pada menulis. De Porter dan Hernacki (Halim, 2012)menyatakan bahwa kata-kata khas yang digunakan oleh orangauditorial dalam pembicaraan tidak jauh dari ungkapan “akumendengar apa yang kau katakan” dan kecepatan bicaranya sedang.

Dalam menyerap informasi umumnya orang bergaya belajar auditorial menerapkan strategi pendengaran yang kuat dengan suara dan ungkapan yang berciri pendengaran. Rose dan Nicholl(Halim, 2012) menyatakan bahwa strategi auditorial menurunkan aktivitas berciri ungkapan suara atau pendengaran seperti membaca sebuah informasi keras-keras dengan cara dramatis. Dengan mengenal ciri-ciri siswa auditorial di kelas akan memberikan pedoman pada guru untuk memilih strategi pembelajaran yang memberikan variasi yang bersifat auditorial. Untuk pembelajaran fisika, guru dapatmenjelaskan penerapan hukum atau prinsip hasil ilustrasi darilangkah-langkah fisika yang panjang serta merangkumnya dalambentuk prosedur dan merekam lalu kemudian menyuarakannya.

Ciri-ciri gaya belajar auditori (De Porter dan Hernackidalam Halim, 2012): Saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri, mudah terganggu oleh keributan, belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat, merasa kesulitan untuk menulis (mengarang) namun hebat dalam bercerita, menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca, lebih suka gurauan lisan daripada komik, berbicara dalam irama yang terpola. Suka berbicara, suka berdiskusi dan menjelaskan sesuatu panjang lebar, dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, birama dan warna suara, suka mendengar radio, musik, sandiwara, debat, atau diskusi, mengungkapkan emosi secara verbal (kata-kata melalui perubahan nada bicara atau intonasi, ingat dengan baik nama orang, tidak melakukan kontak mata saat berbicara dengan orang lain dan mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual.

  1. Gaya Belajar Kinestetik

Siswa yang bergaya belajar visual dapat dilihat dari ciri-ciri utama yaitu menggunakan modalitas belajar melalui aktivitas fisik dan keterlibatan langsung. DePorter dan Hernacki (Halim, 2012)menjelaskan bahwa orang bergaya belajar kinestetik lebih dekat dengan ciri seperti saat berpikir lebih baik ketika bergerak atau berjalan, lebih menggerakkan anggota tubuh ketika bicara dan merasa sulit untuk duduk diam.

Umumnya orang bergaya belajar kinestetik dalam menyerap informasi menerapkan strategi fisikal dan ekspresi yang berciri fisik.Rose dan Nicholl (Halim, 2012) menyatakan bahwa strategi kinestetik menurunkan aktivitas berciri ekspresi fisik atau keterlibatan langsungseperti siswa berjalan atau bergerak saat membaca atau mendengar.Implikasi mengenal ciri dan strategi kinestetik bagi siswa-siswa dikelas memberikan pedoman bagi guru memilih pendekatanpembelajaran yang memberikan variasi yang bersifat fisikal. Dalampembelajaran fisika, guru dapat membantu siswa membuat paket-paketinformasi yang berasal dari input auditorial menjadi bentuk fisikseperti: membuat catatan pada kartu-kartu indeks berukuran postcard(kartu pos), belajar dalam kelompok seperti melakukan praktikumfisika guna memahami konsep, prinsip, dan prosedur fisika, sertamengolah paket-paket informasi dalam majalah dinding kelas melaluikegiatan periksa dan baca ulang.

Ciri-ciri gaya belajar kinestetik (DePorter dan Hernacki dalam Halim, 2012): Berbicara perlahan, kadang-kadang butuh waktu untuk berhenti dan berpikir sejenak setelah satu kalimat sebelum melanjutkan pada kalimat berikutnya. Penampilan rapi, tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan, belajar melalui memanipulasi dan praktek, menghafal dengan cara berjalan dan melihat, menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca, menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca, menyukai permainan yang menyibukkan, tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika pernah berada di tempat itu,menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka, menggunakan kata-kata yang mengandung aksi, dan tidak dapat duduk tenang untuk waktu yang lama, serta membuat keputusan berdasarkan perasaan.




SESI 7

ICE BREAKING

  1. Tujuan

Tujuan dari ice breaking adalah mengembalikan konsentrasi peserta, agar peserta kembali fokus dengan pelatihhan.

  1. Strategi Pembelajaran

  1. Games 

  1. Waktu 

5 menit

  1. Materi

Game “Senam Otak : Mengenal anggota wajah”

  1. Indicator Pencapaian

Peserta mampu menambah konsentrasi selama mengikuti pelatihan

  1. Perlengkapan

Mikrofon 

  1. Uraian Prosedur

  1. Pelatih memberikan instruksi tentang cara bermain

  2. Peserta mengikuti instruksi dari pelatih


SESI 8

SEPUTAR MATERI YANG SUDAH DIBERIKAN

  1. Tujuan

Untuk mengukur sejauh mana mereka menyerap materi dan pengalaman yang sudah mereka dapat. 

  1. Strategi Pembelajaran

Mengisi soal Post-Test

  1. Waktu

15 Menit

  1. Materi

Post-Test

  1. Indikator Pencapaian 

  1. Peserta mampu memahami motivasi belajar yang diketahuinya.

  2. Peserta mampu memahami gangguan ketika belajar.

  3. Peserta mampu memahami Gaya Belajarnya.

  1. Perlengkapan

  1. Lembar post-test

  2. Pulpen

  1. Uraian Prosedur

  1. Pelatih memberikan lembar pre-test untuk peserta.

  2. Peserta mengisi lembar pre-test tersebut selama 10 menit.

  3. Setelah selesai mengisi, peserta mengumpulkan lembar post-test tersebut kepada pelatih. 


Lembar Kerja Post Test:



















Komentar

Postingan populer dari blog ini

KONSELING EKLEKTIK

MAKALAH EMPLOYEE ENGAGEMENT DAN MODAL PSIKOLOGI