Biopsikologi : Mendapatkan Tidur yang Sehat
Latar Belakang
Tidur adalah cara istirahat yang
secara alami sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Sehabis terjaga sepanjang hari,
tubuh dan seluruh syaraf dan otak membutuhkan istriahat. Orang dewasa sehat
disarankan supaya mendapatkan tidur malam sebanyak 7 atau 8 jam dalam sehari,
termasuk untuk memberikan kesempatan bagi beberapa hormon untuk bekerja secara
maksimal. Terlepas dari jumlah dan waktu tidur, ternyata posisi tidur juga bisa
berpengaruh bagi tubuh, baik itu positif ataupun negatif. Memang pada awalnya
terasa sulit untuk mengubah cara atau posisi tidur, namun Anda perlu untuk
mengetahui mana kebiasaan tidur yang baik dan mana yang tidak baik bagi tubuh
Anda.
Kelainan tidur dan pengaruhnya
terhadap badan (organ) dan jiwa baik pada orang sehat maupun orang sakit sudah
banyak dipelajari tetapi masih banyak peneliti maupun klinikus belum memahami
misteri tidur. Hal yang paling mendasar sekalipun yaitu mengapa seseorang harus
tidur, apa guna mimpi, proses biologis apa yang diperlukan untuk proses tidur
yang terjadi secara siklik atau mengapa kelainan tidur seringkali muncul pada
orang yang menderita kelainan fisik maupun jiwa. Paper ini akan
membahas mengenai fisiologis tidur, faktor-faktor yang mempengaruhi tidur,
irama sirkadian, dan masalah tidur.
Tidur merupakan kebutuhan rutin setiap manusia. dalam
keadaan tidur dapat meningkatkan produksi sel pembuat materi pelapis bernama
myelin yang melindungi sirkuit otak. Temuan itu, saat ini baru dibuktikan pada
tikus, dapat mengungkap peran tidur dalam perbaikan dan perkembangan otak serta
penyakit MS, kata tim ilmuan dari Wisconsin itu.
Hasil penelitian mereka diterbitkan di Journal of
Neuroscience. Dr Chiara Cirelli dan para koleganya dari Universitas Wisconsin
menemukan bahwa tingkat produksi sel pembuat myelin, oligodendroctytes,
berlipat ganda saat tikus tidur.
Peningkatan ini sangat tinggi saat seseorang memasuki
tahapan tidur bermimpi atau REM (rapid eye movement) dan didorong oleh gen.
Kebalikannya, gen yang berperan dalam kematian sel dan respon terhadap stress
diaktifkan ketika tikus Klik dipaksa untuk terjaga.
Alasan mengapa manusia butuh tidur telah membuat ilmuan
bertanya-tanya selama ratusan tahun. Jelas bahwa kita membutuhkan tidur untuk
beristirahat dan agar pikiran kita berfungsi dengan baik, tapi proses biologi
yang terjadi saat kita tidur baru diketahui belum lama ini.
PEMBAHASAN
DEFINISI TIDUR
Tidur merupakan keadaan tidak sadar
yang relatif lebih responsif terhadap rangsangan internal. Perbedaan tidur
dengan keadaan tidak sadar lainnya adalah pada keadaan tidur siklusnya dapat
diprediksi dan kurang respons terhadap rangsangan eksternal. Otak
berangsur-angsur menjadi kurang responsif terhadap rangsang visual, auditori
dan rangsangan lingkungan lainnya. Tidur dianggap sebagai keadaan pasif yang
dimulai dari input sensoric walaupun mekanismeinisiasi aktif juga mempengaruhi
keadaan tidur. Faktor homeostatik (faktor S) maupun faktor sirkadian (faktor C)
juga berinteraksi untuk menentukan waktu dan kualitas tidur.
FUNGSI TIDUR
Fungsi tidur
adalah restorative (memperbaiki) kembali organ – organ tubuh. Kegiatan
memperbaiki kembali tersebut berbeda saat Rapid Eye Movement (REM) dan Nonrapid Eye Movement (NREM).
Nonrapid Eye Movement akan mempengaruhi proses anabolik dan sintesis
makromolekul ribonukleic acid (RNA). Rapid Eye Movement akan mempengaruhi
pembentukan hubungan baru pada korteks dan sistem neuroendokrin yang menuju
otak. Selain fungsi di atas tidur, dapat juga digunakan sebagai tanda
terdapatnya kelainan pada tubuh yaitu terdapatnya gangguan tidur yang menjadi
peringatan dini keadaan patologis yang terjadi di tubuh.
FISIOLOGI TIDUR
Tidur adalah suatu periode istirahat
bagi tubuh berdasarkan atas kemauan serta kesadaran dan secara utuh atau
sebagian fungsi tubuh yang akan dihambat atau dikurangi. Tidur juga digambarkan
sebagai suatu tingkah laku yang ditandai dengan karakteristik pengurangan
gerakan tetapi bersifat reversible terhadap rangsangan dari luar.
Tidur dibagi menjadi dua tahap
secara garis besarnya yaitu :
1. Fase rapid eye
movement (REM) disebut juga active sleep.
2. Fase nonrapid eye
movement (NREM) disebut juga quiet sleep.
Non Rapid Eye
Movement merupakan keadaan aktif yang terjadi melalui osilasi antara talamus
dan korteks. Tiga sistem utama osilasi adalah kumparan tidur, delta osilasi,
dan osilasi kortikal lambat. Kumparan tidur merupakan sebuah ciri tahap tidur
NREM yang dihasilkan dari hiperpolarisasi neuron GABAnergic dalam nukleus
retikulotalamus. Hiperpolarisasi ini menghambat proyeksi neuron kortikotalamus.
Sebagai penyebaran diferensiasi proyeksi kortikotalamus akan kembali ke
sinkronisasi talamus. Gelombang delta dihasilkan oleh interaksi dari
retikulotalamus dan sumber piramidokortikal sedangkan osilasi kortikal lambat
dihasilkan di jaringan neokorteks oleh siklus hiperpolarisasi dan depolarisasi
Fase awal tidur
didahului oleh fase NREM yang terdiri dari 4 stadium, lalu diikuti oleh
fase REM. Keadaan tidur normal antara fase NREM dan REM
terjadi secara bergantian antara 4-7 kali siklus semalam. Bayi baru lahir
total tidur 16-20 jam/hari, anak-anak 10-12 jam/hari, kemudian menurun 9-10
jam/hari pada umur diatas 10 tahun dan kira-kira 7-7,5 jam/hari pada orang
dewasa.
Tipe NREM
dibagi dalam 4 stadium yaitu:
1. Tidur
stadium Satu.
Fase ini
merupakan antara fase terjaga dan fase awal tidur. Fase ini didapatkan kelopak
mata tertutup, tonus otot berkurang dan tampak gerakan bola mata kekanan dan
kekiri. Fase ini hanya berlangsung 3-5 menit dan mudah sekali dibangunkan.
Gambaran EEG biasanya terdiri dari gelombang campuran alfa, betha dan kadang
gelombang theta dengan amplitudo yang rendah. Tidak didapatkan adanya gelombang
sleep spindle dan kompleks K
2. Tidur
stadium dua
Pada fase ini
didapatkan bola mata berhenti bergerak, tonus otot masih berkurang, tidur lebih
dalam dari pada fase pertama. Gambaran EEG terdiri dari gelombang theta
simetris. Terlihat adanya gelombang sleep spindle, gelombang verteks dan
komplek K
3. Tidur
stadium tiga
Fase ini tidur
lebih dalam dari fase sebelumnya. Gambaran EEG terdapat lebih banyak gelombang delta
simetris antara 25%-50% serta tampak gelombang sleep spindle.
4. Tidur
stadium empat
Merupakan tidur
yang dalam serta sukar dibangunkan. Gambaran EEG didominasi oleh gelombang
delta sampai 50% tampak gelombang sleep spindle. Fase tidur NREM, ini biasanya
berlangsung antara 70 menit sampai 100 menit, setelah itu akan masuk ke fase
REM. Pada waktu REM jam pertama prosesnya berlangsung lebih cepat dan menjadi
lebih insten dan panjang saat menjelang pagi atau bangun. Pola tidur REM
ditandai adanya gerakan bola mata yang cepat, tonus otot yang sangat rendah,
apabila dibangunkan hampir semua organ akan dapat menceritakan mimpinya, denyut
nadi bertambah dan pada laki-laki terjadi eraksi penis, tonus otot menunjukkan
relaksasi yang dalam. Pola tidur REM berubah sepanjang kehidupan seseorang
seperti periode neonatal bahwa tidur REM mewakili 50% dari waktu total tidur.
Periode neonatal ini pada EEG-nya masuk ke fase REM tanpa melalui stadium 1
sampai 4. Pada usia 4 bulan pola berubah sehingga persentasi total tidur REM
berkurang sampai 40% hal ini sesuai dengan kematangan sel-sel otak, kemudian
akan masuk ke periode awal tidur yang didahului oleh fase NREM kemudian fase
REM pada dewasa muda dengan distribusi fase tidur sebagai berikut:
-NREM (75%)
yaitu stadium 1: 5%; stadium 2 : 45%; stadium 3 : 12%; stadium 4 : 13%
-REM; 25 %.
Pada manusia,
tidur dibagi menjadi lima fase yaitu :
1. Tahapan
terjaga
Fase ini
disebut juga fase nol yang ditandai dengan subjek dalam keadaan tenang mata
tertutup dengan karakteristik gelombang alfa (8–12,5 Hz) mendominasi seluruh
rekaman, tonus otot yang tinggi dan beberapa gerakan mata. Keadaan ini biasanya
berlangsung antara lima sampai sepuluh menit.
2. Fase
1
Fase ini
merupakan fase perpindahan dari fase jaga ke fase tidur disebut juga twilight
sensation. Fase ini ditandai dengan berkurangnya gelombang alfa dan munculnya
gelombang teta (4-7 Hz), atau disebut juga gelombang low voltage mix
frequencies (LVM). Pada EOG tidak tampak kedip mata atau REM, tetapi lebih
banyak gerakan rolling (R) yang lambat dan terjadi penurunan potensial EMG.
Pada orang normal fase 1 ini tidak berlangsung lama yaitu antara lima sampai
sepuluh menit kemudian memasuki fase berikutnya.
3. Fase
2
Pada fase ini,
tampak kompleks K pada gelombang EEG, sleep spindle (S) atau gelombang delta
(maksimum 20%). Elektrokulogram sama sekali tidak terdapat REM atau R dan kedip
mata. EMG potensialnya lebih rendah dari fase 1. Fase 2 ini berjalan relatif
lebih lama dari fase 1 yaitu antara 20 sampai 40 menit dan bervariasi pada tiap
individu.
4. Fase
3
Pada fase ini
gelombang delta menjadi lebih banyak (maksimum 50%) dan gambaran lain masih
seperti pada fase 2. Fase ini lebih lama pada dewasa tua, tetapi lebih singkat
pada dewasa muda. Pada dewasa muda setelah 5 –10 menit fase 3 akan diikuti fase
4.
5. Fase
4
Pada fase ini gelombang EEG didominasi
oleh gelombang delta (gelombang delta 50%) sedangkan gambaran lain masih
seperti fase 2. Pada fase 4 ini berlangsung cukup lama yaitu hampir 30 menit.
6. Fase
REM .
Gambaran EEG tidak lagi didominasi oleh
delta tetapi oleh LVM seperti fase 1, sedangkan pada EOG didapat gerakan mata
(EM) dan gambaran EMG tetap sama seperti pada fase 3. Fase ini sering dinamakan
fase REM yang 6 biasanya berlangsung 10 –15 menit. Fase REM umumnya dapat
dicapai dalam waktu 90-110 menit kemudian akan mulai kembali ke fase permulaan
fase 2 sampai fase 4 yang lamanya 75-90 menit. Setelah itu muncul kembali fase
REM kedua yang biasanya lebih lama dari eye movement (EM) dan lebih banyak dari
REM pertama. Keadaan ini akan berulang kembali setiap 75 – 90 menit tetapi pada
siklus yang ketiga dan keempat , fase 2 menjadi lebih panjang fase 3 dan fase 4
menjadi lebih pendek. Siklus ini terjadi 4 – 5 kali setiap malam dengan irama yang
teratur sehingga orang normal dengan lama tidur 7 – 8 jam setiap hari terdapat
4-5 siklus dengan lama tiap siklus 75 – 90 menit.
Waktu tidur
Waktu tidur
dapat dibagi tiga bagian yaitu sepertiga awal, sepertiga tengah, sepertiga
akhir. Pada orang normal, sepertiga awal tidur lebih banyak dalam fase 3 dan 4,
sepertiga tengah lebih banyak tidur dangkal (fase 2) serta sepertiga akhir
lebih banyak fase REM. Siklus tidur pada tiap individu berbeda dan relative
dipengaruhi oleh usia, sebagai contoh pola tidur pada laki – laki muda (20 – 29
tahun ), pertengahan (40-49 tahun) dan tua (70 – 90 tahun) akan memberikan
gambaran pola tidur yang berbeda.1,5 Pertambahan umur seseorang dapat
menyebabkan total waktu tidur menurun sedangkan waktu terjaga tetap. Pada orang
tua tidur sering terlihat gelisah dan waktu terjaganya menjadi lebih lama.
Sedangkan pada orang muda 15% waktu tidurnya dihabiskan pada fase 4. Fase 4
biasanya tidak ditemukan pada orang tua, demikian juga lama fase REM akan
mengalami penurunan yaitu 28 % dari pascapubertas menjadi 18% pada orang tua.
Hal ini menunjukkan bahwa tidur menjadi lebih singkat sehingga menyebabkan
berkurangnya kesegaran sesuai bertambahnya usia.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI TIDUR
Kualitas dan
kuantitas tidur dipengaruhi oleh beberapa faktor. Kualitas tersebut dapat
menunjukkan adanya kemampuan individu untuk tidur dan memperoleh jumlah
istirahat sesuai dengan kebutuhannya. Di antara faktor yang dapat
memengaruhinya adalah :
1. Penyakit
Sakit dapat
memengaruhi kebutuhan tidur seseorang. Banyak penyakit yang dapat memperbesar
kebutuhan tidur seperti penyakit yang disebabkan oleh infeksi, terutama
infeksi limpa. Infeksi limpa berkaitan dengan keletihan, sehingga penderitanya
membutuhkan lebih banyak waktu tidur untuk mengatasinya. Banyak juga keadaan
sakit yang menjadikan pasien kurang tidur, bahkan tidak bisa tidur.
2. Latihan
dan kelelahan
Keletihan akibat aktivitas yang tinggi dapat memerlukan lebih banyak tidur
untuk menjaga keseimbangan energi yang telah dikeluarkan. Hal tersebut terlihat
pada seseorang yang telah melakukan aktivitas dan mencapai kelelahan. Maka,
orang tersebut akan lebih cepat untuk dapat tidur karena tahap tidur gelombang
lambatnya diperpendek.
3. Stres
psikologis
Kondisi stres psikologis dapat terjadi pada seseorang akibat ketegangan jiwa.
Seseorang yang memiliki masalah psikologis akan mengalami kegelisahan sehingga
sulit untuk tidur.
4. Obat
Obat dapat
juga memengaruhi proses tidur. Beberapa jenis obat yang mempengaruhi proses
tidur jenis golongan obat diuretik dapat menyebabkan insomnia, antidepresan
dapat menekan, kafein dapat meningkatkan saraf simpatis yang menyebabkan
kesulitan untuk tidur, golongan beta bloker dapat berefek pada timbulnya
insomnia dan golongan narkotik dapat menekan RF:M sehingga mudah mengantuk.
5. Nutrisi
Terpenuhinya kebutuhan nutrisi yang cukup dapat mempercepat proses tidur.
Konsumsi protein yang tinggi maka sescorang tersebut akan mempercepat proses
tcrjadinya tidur, karcna dihasilkan triptofan yang merupakan asam amino hasil
pencernaan protein yang dicerna dapat membantu mudah tidur. Demikian
sebaliknya, kebutuhan gizi yang kurang dapat juga memengaruhi prosca tidur,
bahkan terkadang sulit untuk tidur.
6. Lingkungan
Keadaan
lingkungan yang aman dan nyaman bagi seseorang dapat mempercepat proses
terjadinya tidur. Sebaliknya lingkungan yang tidak aman dan nyaman bagi
seseorang dapat menyebabkan hilangnya ketenangan sehingga mempengaruhi proses
tidur.
7. Motivasi
Motivasi
merupakan suatu dorongan atau keinginan seseorang untuk tidur, dapat
memengaruhi proses tidur. Selain itu, adanya keinginan untuk tidak tidur dapat
mcnimbulkan gangguan proses tidur.
IRAMA SIRKARDIAN TERHADAP TIDUR
Irama sirkadian
tidur merupakan salah satu dari beberapa irama intrinsik tubuh yang diatur oleh
hipotalamus. Jalur rethinohypothalamic memberikan rangsang secara langsung
terhadap nucleus suprachiasma. Penurunan irama sirkadian sebelum pagi hari diperkirakan
berguna untuk membantu otak agar tetap tidur selama semalam sehingga terjadi
restorasi penuh dan mencegah kebangkitanprematur. Siklus suhu tubuh juga
terjadi dibawah kendali hipothalamus. Peningkatan suhu tubuh terjadi sepanjang
siang hari dan penurunan terjadi sepanjang malam. Suhu puncak dan penurunannya
diperkirakan mencerminkan irama tidur.
Orang yang
aktif di malam hari memiliki puncak suhu tubuh di malam hari sementara mereka
yang menempatkan diri untuk aktif pada pagi hari memiliki puncak suhu tubuh
pada awal malam. Individu normal yang sehat memiliki variasi sirkadian pada
arus puncak ekspirasi maksimal (PEFR) yaitu mencapai puncaknya pada sore hari
dan nilai terendah pada pukul empat dini hari. Besarnya perubahan PEFR lebih
tinggi pada penderita asma dibandingkan individu normal. Paru dan organ efektor
lainnya menunjukkan variasi bentuk dan waktu respon sirkadian yang jelas. Kadar
kortisol dan epinefrin pada penderita asma akan menunjukkan nilai terendah
sekitar tengah malam sampai pukul 05.00 pagi
GANGGUAN TEROR TIDUR
Teror tidur
(night terrors) adalah keadaan menakutkan yang muncul selama tidur, disertai
dengan teriakan, keluarnya keringat, memukul-mukul, menangis, atau bahkan
halusinasi.
Teror tidur dan
somnambulisme sangat berhubungan erat, keduanya mempunyai karakteristik klinis
dan patofisiologis yang sama. Individu jarang sadar secara spontan dan bahkan
ketika setengah sadar ia tidak mengenal keadaan disekitarnya dan tidak dapat
ditenangkan selama serangan itu masih berlangsung.
Gambaran klinis teror tidur sebagai
berikut:
1. Gejala
utamanya yaitu satu atau lebih episode bangun dari tidur, mulai dengan
berteriak karena panic, disertai anxietas (kecemasan) yang hebat, seluruh tubuh
bergetar dan hiperaktivitas otonomik seperti jantung berdebar-debar, napas
cepat, pupil melebar dan berkeringat.
2. Episode ini
dapat berulang dan lamanya setuap episode berkisar 1-10 menit, dan biasanya
terjadi pada sepertiga awal tidur malam.
3. Relatif tidak
bereaksi terhadap berbagai upaya orang lain untuk mempengaruhi keadaan teror
tidurnya, dan kemudian dalam beberapa menit setelah bangun biasanya terjadi
disorientasi dan gerakan-gerakan berulang.
4. Ingatan
terhadap kejadian, kalaupun ada sangat minimal (biasanya terbatas pada satu
atau dua bayangan yang terpilah-pilah).
5. Tidak ada
bukti gangguan organic.
Penyebab teror tidur
Gangguan tidur
tersebut diatas biasanya berkaitan dengan pengalaman-pengalaman yang
menimbulkan tegangan dalam pola hidup atau kegiatan individu sehari-hari. Mungkin
kedua macam gangguan tidur itu secara tidak teratur sebagai respon terhadap
peristiwa tertentu yang mengganggu atau mungkin juga terjadi berulang-ulang dan
rupanya berputar sekitar konflik atau keadaan emosi tertentu.
Perawatan
Beberapa ahli
klinik berpendapat bahwa penyebab utama mimpi yang mengerikan adalah
hipoglisemia (hypoglycemia) --- kadar gula rendah dalam darah --- dan
melaporkan keberhasilan dalam perawatannya dengan menambah karbohidrat pada
makan malam atau sebelum pergi tidur.
10 MACAM TEROR YANG SELALU MENGHANTUI
TIDUR
Di dalam sehari
24 jam kita sudah melakukan banyak hal misalnya bekerja atau kegiatan lainnya.
Dan suatu kewajaran jika kita merasa lelah. Dan senjata yang paling ampuh
pastinya adalah tidur yang nyenyak. Ya, seperti yang telah kita ketahui tidur
semestinya bisa membuat kita tenang dan rileks setelah seharian bekerja. namun
tak selamanya tidur itu berjalan dengan mulus. Tak sedikit gangguan bahkan
teror yang masih sering menghantui tidur kita. dan tak jarang teror tersebut
sering hadir dalam tidur kita berupa mimpi buruk atau hal sangat mengganggu
lainnya. Dan ternyata tidak sedikit bentuk teror tersebut. untuk lebih
jelasnya, mari kita simak beberapa Macam Teror Yang Selalu Menghantui Tidur dbawah ini yang
juga menjadi hal yang perlu anda waspadai
1. Gangguan
Mimpi Buruk
Orang dengan gangguan mimpi buruk sering terbangun dengan keringat dingin dan
kenangan buruk dalam mimpi yang mengerikan. Hal ini juga akan mengganggu
kualitas hidupnya. Karena sebagian dari mereka mungkin takut untuk tidur.
Stres dan
kurang tidur adalah pemicu utama mimpi buruk. Menurut American Sleep
Association (ASA) beberapa obat juga dapat memicu mimpi buruk. Pada kasus yang
berat, konseling atau obat penenang mungkin diperlukan untuk meredakan
kecemasan yang mendasari mimpi buruk.
2. Tidur
Sambil Berjalan (Sleepwalking)
Sekitar 15
persen orang dewasa kadang-kadang terbangun dan berjalan seenaknya di sekitar
rumah masih dalam keadaan tidur. Pada anak-anak, jumlahnya bahkan lebih tinggi.
Sleepwalking
bisa dipicu oleh stres, tidur tidak nyenyak, dan genetika. Orang yang tidur
sambil berjalan dapat melakukan apa saja. Mereka mengerti arah, dapat
memindahkan perabot atau membuka pintu.
Sebuah studi
yang dipublikasikan pada tahun 2003 dalam jurnal Molecular Psychiatry,
menemukan bahwa 19 persen orang dewasa yang berjalan dalam tidur terluka saat
melakukan serangan malam mereka.
Jatuh
merupakan bahaya terbesar, jadi jika Anda punya kebiasaan mengigau dan berjalan
saat tidur, para ahli menyarankan Anda memindahkan kabel listrik dan jauhkan
tempat tidur dari tangga
3. Teror Malam
Berteriak, meronta-ronta, panik, dan
mondar-mandir adalah gejala orang yang mengalami teror malam. Tidak seperti
mimpi buruk yang terjadi selama tidur, teror malam terjadi biasanya terjadi di
awal malam. Hal ini biasanya terjadi pada anak-anak. Orang yang mengalami teror
malam tiba-tiba akan duduk tegak, mata terbuka, meskipun sebenarnya mereka tak
melakukan pandangan.
Penyebab pastinya belum diketahui. Tapi demam,
tidur tidak teratur dan stres dapat memicu teror malam. Untungnya menurutnya
ASA, teror malam akan berkurang seiring usia.
4.Halusinasi Mengantuk
Kita biasa melihat hal-hal aneh
dalam mimpi. Tapi bagaimana jika kita melihatnya saat sedang tidak
bermimpi? Ini disebut dengan hypnagogic hallucination yang terjadi selama
transisi dari bangun tidur. Orang yang mengalami hypnagogic hallucination
biasanya mendengar suara-suara atau melihat hal-hal aneh di kamar mereka.
5. Sindrom
Kepala Meledak (Exploding Head Syndrome)
Sindrom kepala meledak
tidak benar-benar meledakkan kepala. Gangguan ini terjadi selama tidur nyenyak,
ketika orang tiba-tiba bangun dengan terkejut oleh suara keras dan tajam. Tidak
ada rasa sakit atau bahaya yang terjadi pada sindrom ini. Penyebab pasti
sindrom kepala meledak pun belum diketahui, tapi diyakini hal ini terkait
dengan penyakit serius.
6.Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)
Selama
tidur, aktivitas dan otot-otot tubuh menjadi tidak bergerak. Ini kelumpuhan
sementara, meskipun kadang-kadang kelumpuhan tetap ada bahkan setelah orang
terbangun. Biasanya kelumpuhan tidur diikuti dengan halusinasi. Orang yang
mengalami kelumpuhan tidur merasa ditindih dan tercekik.
7.Perilaku gangguan REM (Rapid-Eye-Movement)
Gangguan
perilaku tidur REM terjadi paling sering pada orang dewasa yang lebih tua, dan
dapat merupakan gejala penyakit Parkinson, gangguan neurologis degeneratif.
8. Gangguan tidur yang
berhubungan dengan makanan
Orang dengan
gangguan ini akan makan pada saat malam hari. Biasanya orang yang mengalami ini
akan kehilangan sedikit memori di keesokan harinya. Beberapa kasus
cukup membahayakan, karena mereka bisa saja menggunakan pisau atau menyalakan
kompor.
9.Seksomnia
Seksomnia
atau atau Sexual Behaviour in Sleep (SBS) adalah kebiasaan seksual yang terjadi
ketika seseorang sedang tidur. Seksomnia dapat mengganggu (erangan seksual yang
keras), berbahaya (masturbasi merugikan) atau bahkan kriminal (kekerasan
seksual atau pemerkosaan).
10.Insomnia
Insomnia
adalah kesulitan atau ketidakmampuan untuk tidur nyenyak. Hal ini dapat
menyebabkan iritasi dan kurangnya konsentrasi pada siang hari, dan jangka
panjang kurang tidur dapat benar-benar berbahaya.Kurang tidur
telah dikaitkan dengan obesitas, tekanan darah tinggi dan serangan jantung, di
antara gejala buruk lainnya.
Berikut posisi tidur yang baik dan
buruk bagi kesehatan
Tidur terlentang
Kebaikan : Posisi tidur ini adalah posisi terbaik untuk menyeimbangkan
berat badan, menjaga keselarasan organ tubuh bagian dalam, dan baik untuk
mencegah sakit punggung (tulang belakang) atau leher. Hal ini karena punggung
dan tulang belakang bisa didukung dengan baik oleh kasur Anda. Dalam posisi
sempurna, orang akan tidur terlentang tanpa menggunakan bantal, karena hal ini
membuat leher dalam posisi yang netral. Tidur terlentang dengan bantal yang
terlalu tinggi bisa menyulitkan jalannya pernafasan.
Tidur
dalam posisi terlentang juga bagus untuk perawatan kecantikan, terutama wanita.
Hal ini karena posisi wajah yang menghadap atas akan mengurangi otot wajah yang
mengendur, sehingga efek wajah keriput menjadi lebih sedikit. Wanita juga
mendapat keuntungan dari posisi tidur ini, karena dukungan tubuh akan
memastikan pay*dara juga tidak cepat mengendur. Namun pastikan untuk menaruh
bantal di bawah lutut, untuk membantu menjaga keselarasan punggung Anda.
Keburukan : Sayangnya orang yang memiliki kecenderungan mendengkur dan
sleep apnea tidak diuntungkan dengan posisi tidur terlentang. Bahkan dokter
akan menyarankan untuk tidur miring bagi orang yang memiliki masalah kesehatan
ini. Saat tidur terlentang, efek grafitasi akan membuat pangkal lidah turun ke
saluran pernafasan, sehingga menghambat jalannya udara dan menimbulkan suara
ngorok yang lebih keras.
Tidur miring
Kebaikan : Tidur miring dengan lutut yang ditekuk mirip posisi janin
dalam kandungan, bisa mengurangi ketegangan pada punggung. Sangat penting
menggunakan bantal agar untuk menjaga kepala dalam posisi netral, sehingga
kepala tidak turun dan mempengaruhi tidur Anda. Keuntungan dari tidur dalam
posisi miring adalah mengurangi sakit mulas dan asam lambung bagi yang memiliki
masalah ini. Sebagian besar orang mengaku lebih nyaman dengan tidur miring,
dengan kaki ditekuk atau lurus sejajar.
Dokter
menyarankan bagi wanita yang sedang hamil untuk tidur miring ke kiri, karena dikatakan bisa meningkatkan
sirkulasi darah ke jantung, yang bagus bagi kesehatan ibu dan bayi. Tidur
terlentang pada saat hamil akan memberikan tekanan pada punggung bagian bawah
yang bahkan dapat menyebabkan pingsan.
Keburukan : Sayangnya, tidur miring kekiri biasa membuat tekanan pada
perut dan paru-paru (tidur miring secara bergantian sering bisa membantu
mencegahnya). Tidur meringkuk dengan lengan berada di belakang kepala adalah
posisi tidur yang umum, tapi mungkin bisa mempengaruhi otot dan saraf.
Menempatkan kepala atau seluruh tubuh pada satu lengan bisa membatasi aliran
darah dan menekan saraf, yang bisa menghasilkan rasa sakit seperti
tertusuk-tusuk atau mati rasa (kesemutan). Tidur dalam posisi ini akan menyebabkan
bahu mendukung lebih banyak berat badan tubuh, yang bisa menyempitkan leher dan
otot bahu.
Tidur tengkurap
Kebaikan : Tidur dalam posisi ini akan banyak menolong untuk orang
dengan masalah sleep apnea atau mendengkur.
Keburukan : Tidur telungkup secara umum dianggap sebagai posisi tidur
yang paling buruk. Ini akan membuat mendatar posisi kurva yang alami pada
tulang belakang, yang bisa menyebabkan sakit nyeri punggung bagian bawah. Tidur
sepanjang malam dengan kepala menghadap ke satu sisi juga menganggu keselarasan
tulang leher. Jika ini adalah posisi yang diinginkan, cobalah menggunakan
bantal untuk secara bertahap melatih tubuh supaya bisa tidur di salah satu
sisi.
Posisi
ini juga bisa mengerahkan tekanan yang tidak perlu pada saraf Anda, yang akan
menyebabkan kesemutan ketika Anda bangun.
PENUTUP
KESIMPULAN
Berdasarkan
uraian di atas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
Tidur merupakan keadaan tidak sadar
yang relatif lebih responsif terhadap rangsang internal.
Tidur dibagi menjadi dua tahap secara
garis besarnya yaitu fase rapid eye movement (REM) disebut juga active sleep,
fase nonrapid eye movement (NREM) disebut juga quiet sleep.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tidur
yaitu : penyakit, latihan dan kelelahan, stres
psikologis, obat, nutrisi, lingkungan,
motivasi.
Gangguan teror
tidur : Teror tidur (night terrors) adalah keadaan menakutkan yang muncul
selama tidur, disertai dengan teriakan, keluarnya keringat, memukul-mukul,
menangis, atau bahkan halusinasi.
Penyebab teror tidur : Gangguan
tidur tersebut diatas biasanya berkaitan dengan pengalaman-pengalaman yang
menimbulkan tegangan dalam pola hidup atau kegiatan individu sehari-hari.
Mungkin kedua macam gangguan tidur itu secara tidak teratur sebagai respon
terhadap peristiwa tertentu yang mengganggu atau mungkin juga terjadi
berulang-ulang dan rupanya berputar sekitar konflik atau keadaan emosi
tertentu.
Perawatan : Beberapa ahli klinik
berpendapat bahwa penyebab utama mimpi yang mengerikan adalah hipoglisemia (hypoglycemia)
--- kadar gula rendah dalam darah --- dan melaporkan keberhasilan dalam
perawatannya dengan menambah karbohidrat pada makan malam atau sebelum pergi
tidur.

Komentar