Neurosains Kognitif
NEUROSAINS KOGNITIF
PENGERTIAN
Neurosains kognitif adalah pendekatan dalam
psikologi kognitif yang memusatkan kajian pada otak. Manusia selalu memiliki
keingintahuan tentang apa yang ada di balik bukit, lembah, dan tentang lekak
hulu suatu sungai. Penjelasan
mengenai Neurosains kognitif diantaranya:
a.
Neurosains kognitif merupakan satu
bidang kajian mengenai sistem saraf yang ada di dalam otak manusia. Neurosains
juga mengkaji mengenai kesadaran dan kepekaan otak dari segi biologi, persepsi,
ingatan, dan kaitannya dengan pembelajaran. Bagi teori Neurosains, sistem saraf
dan otak merupakan asas fisikal bagi proses pembelajaran manusia. Neurosains
dapat membuat hubungan diantara proses kognitif yang terdapat di dalam otak
dengan tingkah laku yang akan dihasilkan. Hal ini dapat diartikan bahwa, setiap
perintah yang diproses oleh otak akan mengaktifkan daerah-daerah penting otak
(Harun, 2003).
b.
Neurosains
kognitif merupakan suatu bidang penelitian saintifik tentang sistem saraf,
utamanya otak. Neurosains merupakan penelitian tentang otak dan pikiran. Studi
tentang otak menjadi landasan dalam pemahaman tentang bagaimana kita merasa dan
berinteraksi dengan dunia luar dan khususnya apa yang dialami manusia dan
bagaimana manusia mempengaruhi yang lain (Schneider, 2011).
c.
Neurosains
kognitif merupakan ilmu pengetahuan tentang proses kognisi yang melibatkan
fungsi-fungsi otak. Pengetahuan tentang neurosains ini begitu kompleks (jelimet),
karena memang titi tumpu dari pembahasan ini mengenai otak, mulai dari komponen
penting dalam otak, hingga fungsi-fungsinya. Sedangkan hingga saat ini,
pengetahuan tentang otak manusia terus berkembang, sehingga kekompleksannya
semakin juga berkembang. Sebab itu, tidak ayal kemudian otak manusia sendiri
bingung memirkan tentang otak.
Bumi yang kita tempati ini adalah suatu tempat yang
luas dan memiliki dimensi geografis yang rumit, sedangkan otak manusia hanyalah
suatu benda berukuran kecil namun kemampuan nya dalam memproses informasi
seolah tak terbatas. Jaringan neuron yang rumit dalam otak manusia , yang
saling terhubung satu sama lain, adalah system paling rumit yang di kenal
manusia. Kemampuan otak manusia untuk melakukan analisis perhitungan terhadap
sinyal – sinyal sensoris dan pemahamannya
sungguh rumit . otak manusia telah diketahui fungsi – fungsi bagian spesifik
pada otak masih terus di pelajari.
Otak manusia adalah daerah belum dijelajahi yang
terakhir dan terbesar suatu benda yang paling rumit di alam semesta, yang belum
sempat kita jelajahi.
Pikiran adalah dua zat yang berbeda. Dunia kita
terdiri dari wujud - wujud fisik yang
eksis dalam waktu dan ruang, seperti bebatuan, pepohonan, jam, dan mesin –
mesin. Objek – objek tersebut memiliki karakteristik yang tunduk pada hukum
alam. Pada makhluk hidup, hukum alam meliputi hukum neurologis yang mengatur
transmisi implus dari satu neuron ke neuron lain. Kami tidak menyamakan tubuh
manusia dengan batu atau pohon, namun kami menyatakan bahwa tubuh manusia
berada dalam dimensi fisik ( seperti
batu dan pohon ) dan bahwa tubuh terpisah dari pikiran.
Dunia pikiran kita di penuhi oleh berbagai memori,
ide, kesan, dan citra. Dunia ini pun juga memiliki hukum – hukam nya sendiri ,
meskipun menemukan hukum – hukum yang
berlaku di dunia fikiran adalah jauh lebih sulit dari pada menemukan hukum –
hukum yang mengendalikan dunia fisik
Otak memiliki karakteristik - karakteristik fisik. Otak terdiri dari neuron – neuron.Otak
selalu bekerja, Tidak pernah beristirahat, dan senantiasa dipenuhi aktivitas
elektrokimia.
Otak manusia terdiri dari kumpulan massa neuron yang berfungsi untuk
menerima dan kemudian mengirimkan impuls neural ke ribuan neuron lainnya. Dan
Buzan (2005) menjelaskan bahwa otak manusia berevolusi dengan urutan sebagai
berikut:
·
Batang otak, mengendalikan
fungsi-fungsi penyangga kehidupan, misalnya pernafasan dan laju denyut jantung
·
Serebelum, atau otak kecil,
mengendalikan gerakan tubuh dalam ruang dan menyimpan ingatan untuk
respon-respon dasar yang dipelajari
·
Sistem limbik, yang posisinya
sedikit lebih ke depan dan terdiri atas thalamus dan ganglia basal atau otak
tengah. Sistem limbik penting bagi pembelajaran dan ingatan jangka pendek
tetapi juga menjaga homeostasis di dalam tubuh (tekanan darah, suhu tubuh, dan
kadar gula darah)
·
Serebrum, atau korteks serebral, membungkus
seluruh otak dan posisinya berada di depan. Serebrum adalah karya besar evolusi
alam dan bertanggung jawab atas berbagai keterampilan termasuk ingatan,
komunikasi, pembuatan keputusan, dan kreativitas.
·
neuron sendiri merupakan unsur dasar
pembentuk CNS (Central Nervous System), yakni sel khusus yang mengirimkan
informasi sepanjang sistem syaraf yang berjumlah sangat banyak. Adapun
bagian-bagian utama dari neuron adalah antara lain, dendrit, tubuh sel, akson
dan terminal prasinaptik.
·
Dendrit adalah bagian neuron yang
fungsinya menerima impuls neural dari neuron yang lain, bentuknya bercabang
seperti layaknya pohon beranting. Sedangkan tubuh sel adalah bagian dari neuron
yang berfungsi menjaga kondisi dasar dari neuron itu sendiri. Bagian yang berikutnya,
akson. Akson adalah serabut-serabut yang membawa dan menghantarkan impuls dari
tubuh sel keneuron yang lain. Kemudian yang terakhir, terminal prasinaptik,
merupakan terminal tempat brakhirnya akson yang letaknya sangat dengan
permukaan dendrit pada neuron lain. Meskipun tidak bersambung dengan dendrit
terminal sinaptik juga membentuk sinapsis. Sinapsis mempunyai tugas
menyampaikan informasi kimia (neotransmiter) yang satu kepada neotransmiter
lainnya melalui akson.
A. Sistem saraf
pusat ( central nervous system / CNS )
CNS adalah
neuron, sebuah sel khusus yang mengirimkan informasi sepanjang sistem saraf .
Otak manusia tersusun dari massa neuron – neuron yang sangat padat. Jumlah
neuron dalam otak manusia melebihi 100 miliar ( kira – kira sama dengan jumlah
bintang di galaksi bima sakti ). Setiap neuron mampu menerima dan mengirimkan
impuls neural keribuan neuron lain. Korteks serebral otak manusia berisi sekitar 10.000 Mil neuron
yang saling menghubungkan sel – sel yang
menampilkan interkonektivitas antar
neuron dalam otak manusia .
Otak manusia tersusun dari massa
neuron-neuron yang sangat padat. Beberapa ahli memperkirakan jumlah neuron
dalam otak manusia melebihi 100miliar (kira-kira sama dengan jumlah bintang di
Galaksi Bimasakti). Setiap neuron mampu menerima dan mengirimkan implus neuron
ke ribuan neuron lain. Sistem ini lebih rumit daripada seluruh sistem di alam
semesta ini. Setiap inci korteks serebral manusia berisi sekitar 10.000
mil neuron, yang saling menghubungkan sel-sel (Blakemore,1977). Pada setiap
saat, sejumlah besar neuron kortikel berada dalam kondisi aktif dan asumsikan
bahwa fungsi-fungsi kognitif seperti persepsi, berpikir, kecerdasan, dan
memori, kesemuanya dilaksanakan dengan penembakan neuron0neuron secara serempak
sepanjang jaringan neuron yang rumit itu.
B.
Neuron
Neuron memiliki
spesialisasi bagian sel seperti akson dan dendrit yang membantu mereka menerima
dan mengirim informasi.Ketika bagian dari sistem saraf pusat (SSP) menderita
luka parah, tidak dapat menghasilkan neuron baru atau regenerasi akson baru
untuk neuron yang rusak.Tidak ada pengobatan yang dapat membantu memulihkan
fungsi saraf setelah cedera pada SSP.
Sistem saraf pusat
terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang, sedangkan sistem saraf perifer (PNS) terdiri
dari saraf yang membantu menghubungkan SSP ke masing-masing dan setiap bagian
dari tubuh.
Sebuah neuron
adalah sel khusus yang mampu mentransfer impuls elektrokimia disebut impuls
saraf.Dalam kebanyakan kasus, neuron yang diproduksi oleh jenis khusus dari sel
induk.Mereka tidak mengalami pembelahan sel. Diameter sel tubuh neuron dapat
bervariasi 4-100 mikrometer.Untuk memahami berbagai jenis dan fungsi neuron,
maka perlu untuk mengetahui strukturnya.
C.
Struktur dari Neuron
Otak mengandung sekitar 100 miliar
neuron dan sel glial (sel yang memberikan nutrisi untuk neuron dan menahan
mereka di tempat-tempat mereka).Neuron berkomunikasi dengan sel lainnya melalui
sinapsis.Sebuah sinaps adalah persimpangan di mana membran plasma neuron masuk
kedalam kontak dekat dengan membran sel target.Mesin molekul ada memungkinkan
transmisi yang cepat dan tepat listrik serta sinyal kimia.
anatomi neuron manusia.
Seperti sel-sel tubuh lainnya,
neuron juga memiliki badan sel (soma) yang berisi inti, sitoplasma, dan bagian
sel lainnya.Kebanyakan neuron memiliki akson (tonjolan protoplasma), proyeksi
seperti jari, dengan bantuan mereka bisa menjangkau bagian tubuh yang jauh dan
membuat ribuan kontak sinaptik.Bundel neuron yang hadir di seluruh tubuh
disebut saraf.
Glia dan sel Schwaan membentuk
lapisan untuk beberapa akson. Lapisan ini dikenal sebagai selubung mielin. Proyeksi
bercabang dari neuron yang terlihat seperti mahkota disebut dendrit. Dendrit
memiliki banyak sinapsis yang membantu menerima sinyal. Mereka mengirimkan
sinyal elektrokimia yang diterima dari sel-sel saraf lain untuk sel tubuh
mereka. Mereka lebih pendek dan lebih bercabang dari akson.Impuls yang
disampaikan kepada cabang-cabang terminal melalui akson.Dengan demikian, badan
sel, akson, dan dendrit adalah bagian utama neuron.Saraf mengirim dan menerima
sinyal, dan bertindak sebagai pesan untuk otak, sumsum tulang belakang, dan
bagian tubuh lainnya.
D. Fungsi
bagian-bagian neuron
- Fungsi dendrit adalah untuk
menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel.
- Fungsi badan sel adalah untuk
menerima impuls (rangsangan) dari dendrit dan meneruskannya ke neurit
(akson).
- Di dalam inti sel juga terdapat
kromosom dan DNA yang berfungsi untuk mengatur sifat keturunan dari sel
tersebut.
- Fungsi selubung mielin mirip
pembungkus kabel listrik yang bersifat isolator.
- Fungsi sel schwann adalah untuk
mempercepat jalannya impuls, membantu menyediakan makanan untuk neurit,
dan membantu regenerasi neurit.
- Nodus Ranvier. Fungsi utamanya
sebagai loncatan untuk mempercepat impuls saraf ke otak atau sebaliknya.
- Fungsi oligodendrosit adalah
untuk membentuk selubung mielin yang sama pada sistem saraf pusat dan
sebagai sel penyokong.
- Fungsi sinapsis adalah untuk
mengirimkan impuls dari akson ke dendrit di sel saraf lain.
E. Empat fungsi bagian utama neuron :
1. Dendrit
yang menerima impuls neural dari neuron lain. Dendrit berbentuk seperti pohon (
arborized), lengkap dengan cabang dan ranting
2. Tubuh
Sel, yang bertanggung jawab menjaga kondisi dasar neuron. Tubuh sel (cell body)
menerima nutrisi dan melenyapkan limbah organik dengan menyaring limbah
tersebut melalui dinding sel yang permeable.
3. Akson
(axon), yakni sebuah jalur panjang berbentuk tabung, yang menghubungkan tubuh
sel dengan sel – sel lain melalui semacam persimpangan yang di sebut
sinapsis.akson – akson dalam otak mungkin berukuran mikroskopis, namun dapat pula
mencapai panjang satu meter atau lebih. Akson – akson besar dikelilingi oleh
subtansi berlemak yang disebut selubung myelin (myelin sheath), yang berperan
sebagai insulator yang mempercepat transmisi impuls neural.
4. Akson
berakhir di terminal prasinaptik ( presynaptic terminals). Terminal – terminal
ini terletak dekat permukaan dendrit pada neuron lain (yang bersifat reseptif
). Meskipun tidak berhubungan langsung , terminal prasinaptik dan dendrit
bersama –sama membentuk sinapsis.
Meskipun sinapsis bukanlah bagian dari struktur yang
sesungguhnya, sinapsis memiliki salah satu tugas terpenting karena pada
sinapsis inilah informasi kimiawi dipertukarkan
dari satu neuron ke neuron lain dalam wujud senyawa kimia yang di sebut
neurotransmitter.
F. Anatomi otak
Otak manusia terbagi menjadi dua struktur sejenis, yakni hemisfer serebral kiri dan kanan, kedua hemisfer ini di selubungi oleh lapisan korteks
selebral , yakni sejenis material tipis dan basah, berwarna abu – abu, yang di padati oleh tubuh
– tubuh sel neuron dan akson – akson pendek
yang tidak berselubung myelim. Korteks serebral memiliki ketebalan hanya
sekitar 1,5 - 5 milimeter (1/4 inchi).
Area permukaan korteks serebral sesungguhnya berukuran lebih besar dari yang
tampak, akibat bentuk nya yang kisut. Bentuk korteks serebral yang kisut
tersebut yang menyerupai kacang walnut, berfungsi memperbesar
luas permukaan otak tanpa perlu meninggkatkan ukuran tempurung kepala.
Korteks serebral adalah struktur
otak yang berevolusi paling akhir. Beberapa jenis hewan, seperti ikan, tidak
memiliki korteks serebral ; sedangkan
hewan seperti reptil dan burung memiliki korteks serebral yang jauh lebih
sederhana dari pada korteks serebral manusia. Hewan mamalia seperti anjing, kuda, kucing, dan terutama primata memiliki
korteks serebral yang rumit dan lengkap.
Pada manusia, korteks selebral terlibat dalam persepsi, berbicara tindakan – tindakan komplek,
berpikir , pemrosesan dan produksi bahasa, serta proses – proses lain yang
menjadikan kita berbeda dibandingkan mamalia lain.
Otak depan
- Otak
depan terdiri atas struktur-struktur utama diantaranya:
a.
kulit otak (lapisan terluar hemisfer otak)
b.
ganglia basalis (kumpulan nucleon dan jaringan syaraf)
c.
sistem-sistem limbic (hipokampus, amigdala, septum)
d.
thalamus
e.
hipotalamus.
- Fungsi
dari kulit otak : terlibat didalam pencerapan dan
pemrosesan informasi indrawi, berpikir, proses kognitif lainnya, dan
perencanaan serta pengiriman informasi motorik.
- Fungi
ganglia basalis : krusial bagi fungsi sistem motorik
- Fungsi
sistem-sistem limbic: hipokampus terlibat dalam pembelajaran dan memori,
amigdalam mempengaruhi rasa marah dan agresi, septum mempengaruhi rasa
marah dan rasa takut
- Fungsi
thalamus : stasiun pemancar utama bagi informasi sensorik yang datang
menuju otak; menyalurkan informasi ke wilayah kulit otak yang tepat melaui
urat-urat saraf yang berangkat dari thalamus ke wilayah-wilayah spesifik
korteks.
Terdapat 4 nukleus talamik kunci yang berfungsi
menyampaikan informasi visual, auditoris, somatosensoris, dan equilibrium,
yaitu:
- Nucleus
genikulat lateralis: menerima informasi dari reseptor visual via
saraf-saraf penglihatan memancarkan informasi pada korteks visual
memampukan kita melihat.
- Nucleus
genikulat medialis: menerima informasi dari reseptor auditoris via saraf-saraf
pendengaran memancarkan informasi pada korteks auditoris memampukan kita
mendengar.
- Nucleus
ventropoterioris: menerima informasi dari sistem saraf somatic memancarkan
informasi pada korteks somatosensori primer memampukan kita merasakan
tekanan dan rasa sakit.
- Nucleus
ventrolateralis: menerima informasi dari serebelum (di otak belakang) memancarkan
informasi pada korteks motoris primer memampukan kita merasakan
keseimbangan fisik.
Fungsi Hipotalamus :
mengontrol sistem endokrin, sistem saraf otonom, indra pencecap dan rasa haus,
dan fungsi-fungsi kunci lainnya.
Otak tengah
- Terdiri
atas struktur-struktur utama diantaranya:
a. kolikuli
superioris (atas)
b. kolikuli
inferioris (bawah)
c. sistem
pengaktif retikularis (RAS; juga meluas sampai otak belakang)
d. materi
abu-abu, nucleus merah, nigra substantia, wilayah ventralis
- Kolikuli
superioris terlibat dalam penglihatan
- Kolikuli
inferioris terlibat dalam pendengaran
- Sistem
pengaktif retikularis penting untuk mengontol kesadaran, atensi, fungsi
kardiorespiratoris, dan gerakan tubuh.
- Materi
abu-abu, nucleus merah, nigra substantia, wilayah ventralis memiliki peran
penting untuk mengontrol gerakan tubuh
Otak belakang
Terdiri atas struktrur-struktur utama sebagai berikut:
- Serebelum,
berfungsi penting untuk mengontrol gerakan tubuh
- Pons ;
esensial bagi keseimbangan, koordinasi dan keharmonisan gerak otot
- Medulla
oblongata, berfungsi sebagai titik persimpangan tempat saraf mengarah
silang dari satu sisi tubuh ke sisi otak sebaiknya. Terlibat pula dalam
fungsi seperti kardiorepiratoris, pencernaan, dan menelan.
Kulit otak
- Kulit
otak meliputi 80% otak manusia
- Kulit
otak menjadi lapisan pembungkus terluar dua belahan otak, hemisfer otak
sebelah kanan dan sebelah kiri.
Lobus – lobus di
korteks serebral, korteks serebral dibagi menjadi empat bagian utama, yang di
tandai oleh celah – celeh (fissures) utama. Keempat area ini adalah :
1. Lobus frontal.
Bagian ini terlibat dalam pengendalian impuls , pertimbangan ( judgment ),
pemecahan masalah , pengendalian dan
pelaksanaan prilaku, dan pengorganisasian yang kompleks
2. Lobus temporal.
Bagian ini memproses sinyal – sinyal auditori, pendengaran, pemrosesan auditori
tingkat tinggi ( bicara ), pengenalan wajah.
3. Lobus Parietal.
Bagian ini mengintegrasikan informasi sensoris dari pancaindra, pemanipulasian objek , pemrosesan visual – spasial
4. Lobus oksipital.
Bagian ini terlibat dalam pemrosesan visual, yakni menerima informasi visual dari
retina, memproses informasi tersebut dan
mengirimkan nya ke area – area yang
relevan. Lobus oksipital disebut juga korteks striat.
Korteks serebral
– mengendalikan berpikir dan fungsi
pancaindra, pergerakan sadar
Korpus
kalosum – menghantarkan informasi antar dua belah hemisfer otak
Hypothalamus - mengendalikan suhu tubuh, pola makan pola
tidur, dan system endokrin
Kelenjar pituitary
– kelenjar utama ( master ) dari seluruh
system endokrin
Thalamus –
menghantarkan informasi sensori ke
koreks serebral
Otak tengah ( midbrain
) -
system aktivitas reticular yang mengantarkan informasi tentang tidur dan bangun
Pons
– menghatarkan informasi antar korteks serebral dengan serebelum
Serebelum
– mengkoordinasikan gerakan otot yang tepat dan seimbang
Medulla
– mengendalikan detak jantung dan pernafasan
Saraf
tulang belakang ( spinal cord ) – menghantarkan
impuls – impuls saraf antar otak dan tubuh, serta mengendaikan reflex sederhana
Seperti berpikirn, memori, dan pemahaman dihasilkan
dari interaksi antar area – area perseptual dan motorik.Pemrosesan informasi
secara berlebihan ( redundant ),tampaknya sulit dipahami dan bertentangan
dengan pandangan yang menyatakan bahwa system biologis pada hewan adalah system
yang efisien ( sedemikian efisian nya
sehingga seolah – olah ‘ hemat sumber daya.
G. Fungsi Kedua Belahan
Otak
|
No
|
Otak Kiri
|
Otak Kanan
|
|
1
|
Bahasa
|
Bentuk dan Pola
|
|
2
|
Logika
|
Daya Imajinasi / Visualisasi
|
|
3
|
Detail
|
Ritme dan Musik
|
|
4
|
Urutan Tahapan
|
Intuisi
|
|
5
|
Analisis Fakta
|
Sintesa
|
|
6
|
Pengaturan
|
Emosi
|
|
7
|
Perencanaan
|
Interpersonal
|
Penggunaan Fungsi Otak dan Gaya
Pemikiran yang distimulasikan
Kiri
Kanan
- Logis
- Konseptual
- Analistis
- Idialitas
- Realitas
- Visionari
- Faktual
- Emosional
- Prosedural
- Humanistis
- Praktis
- Intuitif
- Organisatoris
- Spiritual
Fungsi Motor
Sensorik
Berkembang melalui kontak langsung dengan lingkungan
Sistem
Emosional – Kognitif
Berkembang
melalui bermain, meniru, dan pembacaan cerita.
Kecerdasan Yang
Lebih Tinggi
Berkembang jika
dirawat dengan benar dan anak secara emosional sehat.
Secara emosional, maka ia bebas menggerakan bagian neokorteks yang lebih
tinggi. Neokorteks terdiri dari 12-15 juta sel saraf, yang disebut neuron.
Sel-sel ini dapat berinteraksi dengan sel-sel lain elalui vibrasi disepanjang
cabang-cabang, yang disebut dendrit . Masing-masing neuron dapat berinteraksi
dengan neuron-neuron disekitarnya yang berari bahwa terjadi interaksi yang
potensial antara sel-sel dalam satu otak manusiadaripada atom-atom diseluruh
alam semesta. Interaksi ini juga menentukn kemampuan anda untuk
belajar.
Otak anda mempunyai jutaan sel saraf yang disebut neuron, yang dapat
berinteraksi dengan sel-sel lain di sepanjang cabang yang disebut dendrit.
H. Hukum dasar otak ( Dryden, 2001 ) sebagai berikut :
1.
Otak menyimpan informasi dalam sel-sel sarafnya.
2.
Otak mempunyai komponen untuk menciptakan kebiasaan dalam berpikir dan
berperilaku.
3.
Otak menyimpan informasi dalam bentuk kata, gambar, dan warna.
4.
Otak tidak membedakan fakta dan ingatan.Otak bereaksi terhadap ingatan sama
persis dengan reaksinya terhadap fakta.
5.
Imajinasi dapat memperkuat otak dan mencapai apa saja yang dikehendaki.
6.
Konsep dan informasi dalam otak disusun dalam bentuk pola – pola.
7.
Alat indra dan reseptor saraf menghubungkan otak dengan dunia luar.Latihan
indra dan latihan fisik dapat memperkuat otak.
8.
Otak tak pernah istirahat. Ketika otak rasional kelelahan dan tak dapat
menuntaskan pekerjaan, otak intuitif akan melanjutkannya.
9.
Otak dan hati berusaha dekat.
Otak yang diasah terus-menerus akan menjadi semakin bijak dan tenang.
10. Kekuatan otak juga ditentukan oleh makanan fisik yang diterima otak.
Pada usia empat
tahun, struktur otak bagian bawah telah berkembang sebanyak 80 persen,
dan kecerdasan yang lebih tinngi mulai berkembang.
I. Gangguan-Gangguan
Pada Otak
Ada sejumlah gangguan otak yang dapat mengganggu fungsi kognitif kita.
Uraian beriku didasarkan sebagian pada kerja Gazzaniga dan kolega-koleganya
(dalam Sternberg,2008)
Stroke
Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak mengalami hambatan. Orang-orang yang mengalami stroke biasanya menunjukkan hilangnya fungsi-fungsi kognitif. Bentuk hilangnya fungsi-fungsi ini bergantung kepada area otak mana yang dipengaruhi stroke, seperti pada gambar berikut:
Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak mengalami hambatan. Orang-orang yang mengalami stroke biasanya menunjukkan hilangnya fungsi-fungsi kognitif. Bentuk hilangnya fungsi-fungsi ini bergantung kepada area otak mana yang dipengaruhi stroke, seperti pada gambar berikut:
Simptom stroke biasanya langsung terjadi setelah
stroke terjadi, berikut simptom stroke yang paling umum:
- Mati
rasa atau kelelahan diwajah, lengah atau kaki
- Rasa
bingun, kesulitan bicara atau memahami ucapan
- Gangguan
pada penglihatan
- Pusing,
mual-mual, sulit berjalan, hilang keseimbangan atau koordinasi anggota
tubuh
- Sakit
kepala berat tanpa diketahui penyebabnya
Tumor otak
Tumor otak disebut juga neoplasma, dapat memengaruhi fungsi kognitif dengan cara yang sangat serius. Ada dua jenis tumor otak:
Tumor otak disebut juga neoplasma, dapat memengaruhi fungsi kognitif dengan cara yang sangat serius. Ada dua jenis tumor otak:
·
Pertama adalah tumor yang dimulai dari otak.
Kebanyakan anak yang mengalami tumor jenis ini
·
Kedua, tumor otak yang merupakan efek dari pertumbuhan
tumor dibagian tubuh lain, misalnya paru-paru.
Tumor otak
ada yang lunak dan ada yang ganas. Tumor lunak tidak mengandung sel-sel kanker,
biasanya tumor ini bisa dihilangkan dan tidak akan tumbuh kembali. Sel-sel
tumor lunak tidak menyerang sel-sel sekitarnya atau menyebar kebagian tubuh
yang lain, namun jika akhirnya ia menekan area-area sensitif otak, tumor akan
mengakibatkan gangguan kognitif yang serius.
Berikut ini simptom paling umum yang terjadi pada tumor otak
Berikut ini simptom paling umum yang terjadi pada tumor otak
- Sakit
kepala, biasanya memburuk dipagi hari
- Mual-mual
dan muntah-muntah
- Perubahan
dalam suara, ucapan, penglihatan atau pendengaran
- Gangguan
pada keseimbangan atau berjalan
- Perubahan
dalam suasana hati, kepribadian atau kemampuan untuk berkonsentrasi
- Masalah
pada memori
- Kejang
otot atau gemetar
- Mati
rasa atau kelumpuhan pada lengan atau kaki
Luka pada kepala
Luka-luka pada kepala bisa
diakibatkan oleh berbagai macam faktor seperti kecelakaan kendaraan, kontak
dengan benda keras, dan terkena peluru. Luka-luka ini memiliki 2 jenis; luka
dalam dan luka luar.
- Pada
luka dalam, tengkorak masih utuh namun terjadi kerusakan pada otak,
biasanya dari daya mekanis suatu hantaman pada kepala
- Pada
luka luar, tengkorak tidak lagi utuh karena sudah terjadi rembesan darah
yang keluar dari kepala, luka terkena peluru salah satu contohnya.
Simptom-simptom langsung yang menyertai luka pada
kepala ini mencakup:
- Tidak
sadarkan diri
- Pernafasan
tidak normal
- Luka
atau retakan yang dapat terlihat jelas
- Keluarnya
darah atau cairan bening dari hidung, telinga, atau mulut
- Gangguan
bicara atau penglihatan
- Pupil
mata tidak sama besar
- Rasa
tidak berdaya, lemah bahkan kelumpuhan
- Pusing-pusing
dan mata berkunang-kungan
- Detak
jantung meninggi bahkan bisa sampai terkena serangan jantung
- Sakit
di leher atau leher menjadi kaku
- Muntah
lebih dari dua-tiga kali
- Hilangnya
kemampuan mengendalikan otot kandung kemih dan otot dubur
J. Psikologi
kognitif dan Neurosains kognitif
·
Kebutuhan untuk menemukan bukti – bukti fisik yang
mendukung struktur pikiran. Penelitian untuk mengungkap karakteristik pikiran
manusia telah berlangsung sejak awal sejarah, bahkan mungkin sejak prasejarah,
namun seringkali dihambat rasa prustasi karena lemahnya bukti – bukti pendukung
·
Kebutuhan para ilmuwan
neurosains untuk menghubungkan penemuan – penemuan mereka dengan model – model
fungsi otak dan kognisi yang lebih komprehensif. Sekalipun kita dapat mengidentifikasi fungsi-
fungsi neurologi hingga ke detail terkecil.
·
Sasaran klinis untuk
menemukan korelasi antar pathologi otak dan prilaku ( simtom ). Selama beberapa
generasi para neurology telah menyelidiki pengaruh trauma cidera, infaksi,
thrombosis,dan tumor di otak terhadap prilaku dan jenis prosedur yang dapat meredakan simtom – simtom
tersebut. Upaya semacam ini membutuhkan
pemahaman akurat tentang fungsi otak dan
tentang psikologi
·
Meningkatnya
keterlibatan fungsi – fungsi neurologis dalam model – model yang menggambarkan kinerja pikiran.
·
Upaya para ahli
komputer untuk membuat simulasi kognisi
manusia dengan mengembangkan piranti lunak
yang mampu berperilaku seperti otak manusia. Pendekatan – pendekatan
·
Berkembangnya teknik –
teknik yang memungkinkan para ilmuwan untuk ‘mengintip’ kedalam otak manusia
dan mengungkap struktur – struktur dan proses – proses yang belum pernah
terlihat sebelumnya.
Pemahaman terhadap problem - problem adaptif yang dihadapi para pendahulu
kita menuntut pencarian terhadap model – model kognitif yang dapat memecahkan
problem – problem tersebut, serta dasar neural bagi strategi – strategi
tersebut.
K. Peralatan
yang digunakan para ilmuan neurosains
a.
EEG
(Electroencephalography), merekam sinyal sinyal elektrik dari aktivitas neural
di otak.
b.
Pemindai
CT (Computed axial Tomography) adalah proses yang dilakukan oleh kmputer, yang
menghasilkan citra struktur otak tiga dimensipada media gambar x-ray yang datar.
c.
Pemindai
PET (Positron Emission Tomography), digunakan untuk memindai penggunaan glukosa
di otak.
d.
Pemindai
MRI dan fMRI (Magnetic Resonance Imaging) menghasilkan citra-citra tak bergerak
(still images) struktur-struktur otak.
e.
MEG (Magnetoenchephalography), menggunakan
sebuah mesin yang mengukur aktivitas otak dari luar kepala dengan cara
mendeteksi medan magnetik yang sama-samar dihasilkan oleh aktivitas otak.
f.
TMS
(Transcranial Magnetic Stimulation), digunakan bersamaan dengan EEG atau MEG
untuk mengevaluasi perubahan aktivitas elektrik otak dalam proses persepsi dan
berpikir.
g.
Micro CT, sebuah teknik pencitraan CT terbaru
yang diberi nama x-ray microtomography.
L.
Aplikasi
Neurosains dalam Pembelajaran
Sistem pendidikan saat ini
cenderung mengarahkan peserta didik untuk hanya menerima satu jawaban dari guru
untuk kemudian diulangi oleh peserta didik dengan baik pada saat ujian. Tidak
ada ruang untuk berpikir lateral, berpikir alternatif, mencari alternatif
jawaban lain, dan keterbukaan. Potensi berpikir anak-anak ini, secara tidak
sengaja telah dipasung dan dihambat perkembangan otaknya (Rianawaty, 2011).
Pada dasarnya setiap orang telah
dianugerahkan kecerdaasan yang luar biasa. Hal ini tentunya tidak dapat
dipisahkan dari peran otak sebagai penyusun informasi. Otak mampu menyusun
ulang informasi dengan informasi yang telah ada sebelumnya sehingga akhirnya
tercipta ide atau gagasan yang telah diperbarui. Proses pembelajaran yang
dikembangkan seharusnya mampu memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk
mengoptimalkan kecerdasan otaknya.
Neurosains memberikan
peran penting dalam membentuk pemahaman terhadap kegiatan belajar. Banyak ahli
dari pakar teori belajar mengemukakan pandangan yang berbeda terhadap kegiatan
belajar tersebut. Beberepa teori belajar yang akan dikemukakan meliputi teori
behaviorisme, teori kognitivisme, dan teori konsturktivisme.
Budiningsih (2005: 20) menjelaskan pengertian belajar
menurut teori behavioristik merupakan perubahan tingkah laku sebagai akibat
dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. Belajar merupakan bentuk
perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku
dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang
dianggap telah belajar sesuatu jika mampu menunjukkan perubahan tingkah
lakunya.
Para ahli psikologi kognitif, juga berpendapat bahwa
belajar merupakan proses pengorganisasian struktur kognitif. Pendayagunaan
kapasitas kognitif manusia sudah mulai berjalan sejak manusia nulai
mendayagunakan kapasitas motorik dan sensoriknya. Hanya cara dan intensitas
pendayagunaan kapasitas kognitif tersebut tentu masih belum jelas benar.
Argumen yang dikemukakan para ahli mengenai hal ini antara lain ialah kapasitas
sensori dan jasmani seorang bayi baru lahir tidak mungkin dapat diaktifkan
tanpa pengendalian sel-sel otak bayi tersebut.
Belajar dalam kaitannya dengan teori kontruktivisme
diungkapkan oleh Glasersfeld dan Matthews dalam Suparno (1997:18) yang
menjelaskan bahwa pengetahuan merupakan hasil konstruksi (bentukan) kita sendiri dan bukanlah suatu tiruan dari
kenyataan. Pengetahuan merupakan akibat dari suatu konstruksi kognitif
kenyataan melalui kegiatan seseorang (meliputi pembuatan skema, kategori,
konsep, dan struktur pengetahuan lainnya). Proses pembentukan ini berjalan
terus menerus dengan setiap kali mengadakan reorganisasi karena adanya suatu
pemahaman yang baru.
Penerapan Neurosains
dalam kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dengan penggunaan peta konsep (mind
map). Pembelajaran dengan penggunaan peta konsep ini mampu meningkatkan sikap
kreatif dalam pemunculan ide-ide baru, pemecahan masalah dengan cara yang khas,
sikap imajinatif, dan meningkatkan produktivitas (Buzan, 2005). Buzan (2005)
mengungkapkan bahwa yang termasuk pemikiran kratif adalah kefasihan dalam
pemunculan ide-ide baru, fleksibilitas, dan orisinalitas.
Buzan (2005)
mengungkapkan bahwa, untuk menjadi pribadi yang jenius kreatif, kita perlu
membebaskan imajinasi dan mendorong otak untuk membuat asosiasi-asosiasi yang
baru dan lebih kuat di antara ide-ide yang sudah ada dan ide-ide yang baru
dimunculkan. Ketika kita mengembangkan keterampilan kreatif, kita bukan saja
memperbaiki kemampuan untuk menghasilkan ide-ide yang inovatif dan jalan keluar
dari permasalahan, keterampilan kreatif yang kuat akan meningkatkan kemampuan
untuk mengingat segala sesuatu. Hal ini dikarenakan kreativitas dan ingatan
adalah dua proses mental yang sama persis, dan akan mencapai titik terbaik
ketika kita menggunakan imajinasi dan asosiasi.
Belajar melibatkan reaksi perjalanan impuls yang
berasal dari stimulus lingkungan belajar. Belajar diawali dari konsepsi visual
yang melibatkan peran dari kelima indera kita dan informasi yang diterima
berbentuk kesan sensorik. Informasi yang ditangkap oleh indera kita ini, tidak
semuanya dapat berada pada struktur kognitif, melainkan akan dipilih mana
informasi yang relevan dengan konsep atau sesuatu yang akan kita pelajari atau
cari tahu. Informasi yang relevan akan menuju memori jangka pendek yang telah berubah
menjadi informasi dalam bentuk kata atau frase. Informasi ini kemudian akan
dikirim ke memori jangka panjang. Belajar dengan memahami makna dari setiap
konsep yang dipelajari akan memberikan kemudahan dalam hal “pemanggilan”
informasi jika dibutuhkan dibandingkan dengan belajar yang bersifat hafalan.
Belajar bermakna berhubungan dengan cara informasi
atau materi yang disajikan pada siswa, melalui penemuan atau penerimaan.
Belajar penerimaan menyajikan materi dalam bentuk final, dan belajar penemuan
mengharuskan siswa untuk menemukan sendiri sebagian atau seluruh materi yang
diajarkan. Kemudian materi-materi dihubungkan dengan informasi atau materi
pelajaran pada struktur kognitif yang telah dimiliki para siswa (Dahar, 1988).
M. Kelebihan
dan Kekurangan Pembelajaran Neurosains
Rianawaty (2011) mengungkapkan bahwa sebagai suatu
teori pembelajaran berbasis kemampuan otak (Neuroscience), tentu saja memiliki
kelebihan dan kelemahan. Kelebihan-kelebihannya adalah sebagai berikut:
1.
Memberikan suatu pemikiran baru
tentang bagaimana otak manusia bekerja.
2.
Memperhatikan kerja alamiah otak si pembelajar
dalam proses pembelajaran.
3.
Menciptakan iklim pembelajaran dimana
pembelajar dihormati dan didukung.
4.
Menghindari terjadinya pemforsiran terhadap
kerja otak.
5.
Dapat menggunakan berbagai
model-model pembelajaran dalam mengaplikasikan teori ini. Dianjurkan untuk
memvariasikan model-model pembelajaran tersebut, supaya potensi pebelajar dapat
dibangunkan.
Kelemahan-kelemahannya adalah sebagai berikut:
1.
Tenaga kependidikan di Indonesia
belum sepenuhnya mengetahui tentang teori ini (masih baru).
2.
Memerlukan waktu yang tidak
sedikit untuk dapat memahami (mempelajari) bagaimana otak kita bekerja.
3.
Memerlukan biaya yang tidak
sedikit dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang baik bagi otak.
4.
Memerlukan fasilitas yang memadai
dalam mendukung praktek pembelajaran teori ini.
DAFTAR PUSTAKA
Solso, Robert L dkk. 2008. Psikologi
Kognitif. Edisi Kedelapan. Jakarta: Erlangga.
Buzan, Tony.
(2005). Buku Pintar Mind Map. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Hapsari,
Iriani Indri, dkk. 2012. Psikologi Faal.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Komentar